See you @ another world, my little Hero
Desember 29, 2008 at 7:54 pm | In Uncategorized | 1 CommentTags: kelinci, Kiko
Kiko,
Anak angkatan 1 dari Kelinci Putih telah meninggal barusan tadi, jam 7 malam. Pahlawan kecil keluarga itu telah berpulang kepada yang Maha Kuasa dengan meninggalkan kesedihan yang mendalam bagiku. Aku ga sempat mengucapkan kata terakhir ketika Kiko menghembuskan nafas yang terakhir. Aku ga sempat berada disampingnya ketika Kiko akan meninggalkan keluarga.
Kiko,
Kelinci yang kurawat sejak bayi, ketika Putih tahu-tahu tiba-tiba melahirkan tanpa sepengetahuan keluarga. Bersama dengan 4 anak yang lain, Shiro, Patrick, Giant dan Brownie, merekalah penghuni keluarga yang baru. Shiro, Patrick dan Giant telah dititipkan pada orang lain untuk dirawat meskipun sebenarnya Kiko juga termasuk untuk target dititipkan karena Ibu hanya mau memelihara Brownie namun ketika tidak ada yang mau mengambil, jadilah Kiko juga dirawat bersama Brownie.
Kiko,
termasuk kelinci yang gemuk, termasuk banyak makannya, jadilah dia ketika awal-awal termasuk berperut besar. Kata ibu sih, meniru si Putih yang gemuknya setengah mati dan Brownie meniru si Gerry, bapaknya yang kurus dan nakal.
Kiko
tak bisa berbicara, hanya mengungkapkan perasaannya hanya melalui gerakan bahkan ketika sakit, senang , takut pun dia tak bisa berbicara karena memang sudah menjadi takdir seekor kelinci yang tidak bisa berbicara. Ketika saat-saat terakhir, kami sekeluarga tidak mengetahui apa yang menjadikan Kiko sakit.
Kiko
pernah sakit, bahkan sakit yang hampir membuatnya meninggal namun berkat kasih sayang keluarga kami dan seijin takdir Allah SWT, Kiko masih tetap bertahan dengan kelincahannya. Saat-saat terakhir pun, kami sekeluarga masih tetap optimis Kiko akan tetap bertahan karena kami yakin sakit yang sekarang ini tidak lebih parah dari yang sebelumnya. Namun apa yang harus dikata, Allah mengambil Kiko dari bumi meninggalkan kami sekeluarga tanpa sepatah kata yang diungkapkan.
Kiko,
maafkan keluarga yang mungkin belum merawat kamu dengan baik, namun apapun itu kamu tetap berada pada hati keluarga yang paling terdalam termasuk aku juga. Semoga aku bisa menyusul kamu di suatu tempat yang lain dimana kita bisa berbicara menceritakan saat-saat kita bersama, saat-saat dimana kamu bersama keluarga. Sumday in the place, name HEAVEN
amien
1 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.






























Pertamax….
Turut berduka cita cap..
(digawe sate kelinci ae, huehehehe..)
Komentar oleh taurisa — Desember 31, 2008 #