Hai Putih,
Ketika aku menulis cerita ini, entah yang ada pikiranku mungkin kamu sudah dikubur sama keluarga. Aku bahkan tak sempat bersalaman denganmu yang biasanya aku lakukan ketika aku kembali ke Semarang. Benar ya kata orang-orang, pada saat kehilangan seseorang/sesuatu, pada saat itulah perasaan kangen, menyesal selalu muncul belakangan dan sekarang, pada saat ini aku menyadari bahwa kehilangan tingkahmu yang adalah barang yang kurindukan.
4 tahun ternyata waktu yang lama juga ya. Silih berganti anggota keluarga ini keluar masuk dimulai dari Mas Caca yang keluar untuk pindahan ke Makassar, aku yang keluar untuk menunaikan tugas di Semarang dan bahkan sampai Mas Andit yang kembali lagi ke rumah, kamu masih disini tetap setia menemani Mama. Bahkan ketika Mbak Yeni menjadi anggota keluarga baru dan ketika Mas Athar lahir melengkapi keluarga, kehadiranmu tak pernah tergantikan. Kamu adalah pahlawan keluarga ketika perhatian keluarga lari ke Mas Athar, sedikitpun tak pernah menunjukkan rasa kecewa dan protes.
Hai Putih,

