
Celebrating the 2012
Olala, so today is the last day?
Happy new year guys! Wish nothing but the best for you!

Celebrating the 2012
Olala, so today is the last day?
Happy new year guys! Wish nothing but the best for you!
I’m not gonna lie, this pict is a friend of me right now. I’m not a geek at work but if you sleeping while your work is not working well, what should you do? sleep with your work? or having nightmare your boss is upset hehehe.
A simple answer is, lets make it done, even though it’s painful but it’s worth it right, than prefer sleeping with your computer?
When life goes bad, dont you know that God is taking closer, closer to you, or even to the closest edge that you had not realize.
Tulisan ini aku tulis ketika ada adik kelas yang merasa frustasi dengan TA-nya. Saya enggak akan menyalahkan aspek teknis kenapa dia bisa putus asa, cuma ketika kita berada pada titik yang benar-benar sudah pasrah dan enggak tau harus kemana, pada saat itu Tuhan sedang berada di titik yang paling dekat yang sebenarnya enggak kita ketahui. Pada saat kondisi seperti itu, Tuhan lebih mendengar apapun yang kita rasakan, sayangnya kita enggak pernah benar-benar menyadarinya kan?
Jadi ketika pada saat kita benar-benar pasrah, bukankah itu harusnya menjadi titik optimis kita? kenapa? Tuhan lebih dekat bersama dengan orang-orang yang susah. Pada saat itu kalo kita percaya, bukankah Tuhan akan mengeluarkan mukjizatnya? Jadi janganlah pernah merasa putus asa, karena putus asa itu kebanyakan membuat kita makin jauh dari Tuhan, iya kan?
Sebenernya lagi males nulis juga, tapi karena ada yang ngajak perang dalam tulisan yang gue bales dengan tulisan. Kalau dalam hukum Islam, kalo kita melakukan keburukan sesuatu maka dibalas dengan sesuatu, biar Fair. Misalnya ada orang membunuh maka dalam hukum Islam dia juga akan dipancung juga kan?. Fair kan? Nah karena ada tulisan yang menjelekkan perusahaan saya, ya gue balas dengan tulisan juga. Fair kan? Nggak tapi gue nggak menjelekkan perusahaannya, gue babat habis sifat orangnya yang sedikit sok tau. Nggak papa kan? Biar Fair
Terus terang, gue nggak demen sama orang yang melihat dari satu sisi, langsung menyama-ratakan kejelekannya. Itu nggak bener. Prinisip gue ya, tong sampah pasti ngeluarin sampah. Artinya apa, kalo kita njelekin orang, apa bedanya kita dengan omongan kita? ya nggak sih? hehehe
Langsung aje ye, nih linknya. Semoga jangan ikutan panas dengan kejelekan PLN gara2 membaca tulisan itu.
http://miuski.wordpress.com/2011/05/01/pln-kini-sudah-tak-becus-jalankan-perusahaan/#comments
Bila dinilai, hari berganti hari, bulan berganti bulan, hingga tahun berganti-ganti, dengan teknologi yang semakin maju yang menuntut ilmu pengetahuan (SDM di Perusahaan) harus semakin mapan, tapi bagaimana di PLN ?
Saya kadang-kadang geli dan bahkan merasa lucu melihat seseorang yang meminta jodohnya seperti apa. Bayangkan, ketika ditanya kamu pengen jodohmu seperti apa? kebanyakan pasti mereka menjawab :
yang baik, yang sejahtera, yang mapan, yang bisa pengertian, yang mau menerima apa adanya, yang ganteng/cantik, saleh, sayang sama keluarga, yang bersemangat, yang bisa olahraga dan lain-lain, lain-lain dan sebagainya
ditanya seperti apa maunya tipe pasangannya, pasti mereka me-list dalam banyak sekali spesifikasinya. Saya tidak menyalahkan sifat seperti itu, karena memang pada dasarnya sifat manusia ingin mencapai kesempurnaan.
Anehnya ya, ketika ditanya balik
Berapa karakter yang kamu miliki sehingga kamu pantas memiliki pasangan yang sesempurna itu?
Misalnya kamu menginginkan pasangan kamu bersemangat, rajin beribadah, baik, sejahtera, menerima apa adanya, tapi begitu ditanya balik, apa sifat itu sudah ada dalam diri kamu? kebanyakan pasti geleng-geleng kepala dan hanya bisa menghitung jari. Sebegitunya, manusia merasa berharga sehingga keinginan memiliki pasangan yang sempurna is a must.
Tidak perlu tertenduk lesu kawan.
Pertama-tama selamat kepada Malaysia. Saya dan sebagian besar penduduk Indonesia pastinya setuju, Upin dan Ipin bermain jauh lebih baik dalam pegelaran piala ini. Sebagai bangsa yang besar, seharusnya kita juga menunjukkan jiwa yang besar. Mengucapkan selamat kepada lawan yang sudah unggul kepada kita adalah tindakan yang sportif dan menurut saya itu adalah pemenang sejati dalam pertandingan.
Tidak perlu tertenduk lesu kawan.
Bahwa harapan itu masih ada. Permainan yang ditampilkan Indonesia malam ini sejujurnya terbaik dalam 4 tahun terakhir. Menurut saya, lebih baik ketika kita menjadi tuan rumah piala Asia 2007. Ketika kita mengalahkan Bahrain, permainan timnas kita beruntung. Timnas malam ini jauh lebih baik daripada itu dan saya yakin, kita mestinya bisa bermain lebih baik dan sempurna lagi.
Tidak perlu tertenduk lesu kawan.
Bahwa kekalahan akan mengajarkan kita pada proses pendewasaan kita. Proses pendewasaan agar kita terlatih menjadi seorang jawara. Bukankah seorang jawara harus melewati yang namanya terjatuh terlebih dahulu, baru kemudian menjadi pemenang? Malaysia lebih baik pada malam ini dan Malaysia lebih beruntung karena terjatuh lebih dahulu daripada kita. Tapi bukankah, proses pendewasaan tidak mengenal waktu? tidak ada kata terlambat untuk semua ini.
Tidak perlu tertenduk lesu kawan.
Kita masih punya penonton luar biasa, yang mau berkorban nyawa hanya untuk menonton timnas di stadion kebesaran kita? Penonton Malaysia mungkin sama hebohnya ketika mereka bertanding di kandangnya, tapi tahukah Stadion mereka hanya terisi 2/3 untuk pendukung Malaysia dan kita yang mengisi 1/3 nya. Bahwa kita masih bersyukur, selalu ada orang-orang yang mau mengorbankan sesuatu untuk melihat kita, melihat permainan kita. 80 ribu dan semua berwarna MERAH adalah pemain ke 12, mereka semua cuma mau satu, bahwa kita tidak akan pernah kalah di stadion kebanggan presiden pertama kita.
Tidak perlu tertenduk lesu kawan.
Iya tidak perlu lesu, penyesalan hanya akan menjadikan kita sebagai seorang pecundang. Yang tidak bisa memperbaiki diri dan mudah berputus asa. Kalian sudah menjadi pahlawan kami apapun hasilnya sebenarnya. Kalian sudah membangkitkan mimpi penduduk Indonesia, bahwa sebenarnya kita masih punya harapan. Bahwa kita adalah bangsa yang besar dan kita adalah calon JUARA BARU !.
Semangat Indonesia!,
Bahwa harapan itu masih ada
Malam ini mendapat kabar buruk. Sahabat kecilku telah tiada. Sahabat yang selalu menemani Mama dikala kesendiriannya dimana anak-anaknya tengah merantau ke luar Surabaya. Sahabat yang tak pernah bisa mengeluh dan bahkan tak bisa bicara untuk sekalimat pun. Yang bisa dirasa hanya mendengar dengan telinganya.
Sahabat kecilku ini lahir 2 tahun yang lalu, lahir dari ibunya si Putih yang masih hidup sampai saat ini. Sahabat kecilku tumbuh menjadi kelinci yang gemuk, lucu dan sehat. Saya jarang memandikannya tapi sahabat kecilku tak pernah terlihat seperti kelinci yang kotor atau bau sekalipun. Sungguh sahabat kecilku ini luar biasa dalam menjaga tubuhnya. Sahabat kecilku ini bahkan tak pernah sakit sekalipun, tampak sehat dan makin gemuk meski mama meninggalkannya dalam waktu sebulan karena menjaga aku waktu sakit Demam Berdarah.
Kau tahu kawan, siapa yang akan kusapa setiap kali aku pulang ke Surabaya? ya dialah 2 sahabat kecilku, Si Putih dan Browni. Bukan berarti saya tidak kangen dengan mama, tapi selalu ada sesuatu yang membuat saya kangen ketika pulang ke rumah dan itulah 2 sahabat kecilku. Meski aku gendong dan terkadang sedikit menyiksa karena gemas, 2 sahabatku ini tak pernah protes bahkan tak berbicara sekalipun karena memang yang bisa dilakukan hanya bergerak melawan saja.
Saya bukan termasuk tipe orang yang suka menghayal. Tapi sejujurnya membayangkan berdiri di tempat ini adalah sesuatu yang nikmat. Pribadi, saya suka menikmati kemerlip lampu pada malam hari. Saya seperti membayangkan kalau langit yang berisi ribuan bintang jatuh di bumi, ya paling tidak seperti langit sedang bercermin dengan bumi.
Melihat kota pada malam hari dengan gemerlap cahaya, menurut saya memberikan ketenangan batin yang luar biasa. Bayangkan bila anda, banyak pekerjaan pada pagi hari dan seketika itu juga Tuhan menghukum anda hanya untuk duduk memandangi kota malam hari dari bukit. Oh jelas, saya akan tidak menolaknya dan tidak akan berpikir 2x.
Arc de Triomphe.
Arc de Triomphe hanya, kalau boleh dibilang hanya seperi gerbang pintu masuk kastil. Terkesan oldish dan tidak sesuai style yang semakin modern. Kayak pintu mau masuk dunia lain, ya paling bagus dibilang seperti gerbang kita menuju dunia alien, maybe. Hahaha. Tapi kalau anda melihat dari sudut prespektif yang lain, oh maksud saya kalau anda melihat Kota Paris dari Arc de Triomphe mungkin lain ceritanya bukan.
Saya baru kembali dari pertapaan saya dalam dunia google, dan sangat sulit sekali menemukan foto kota Paris malam hari dilihat dari Arc de Triomphe. Hanya beberapa foto yang saya dapat dari internet, tapi sejujurnya saya ingin memfotonya kota Paris malam hari dan merasakan Sparkling Paris dari atas sana. Setidaknya untuk duduk saja, saya yakin dan anda pasti setuju pikiran dan beban pekerjaan langsung hilang.