Surat Terbuka untuk Pak Jokowi, untuk Palestina

Israel Attack Gaza

Israel Attack Gaza

 

Surat Terbuka untuk Pak Jokowi, untuk Palestina

Assalamualaykum Warrohmatulloh Pak Jokowi,

Semoga Bapak senantiasa sehat selalu setelah melalui periode Pemilihan Presiden yang panjang dan tentunya menghabiskan energi Bapak.

Perkenalkan nama saya Angga, saya cuma seorang warga negara biasa yang baru saja mengikuti hingar bingar politik negeri kita. Saya yakin dan kita semua juga meyakini semua, bahwa baru kali ini Pemilihan Presiden Republik Indonesia seramai ini dan paling seru ya baru kali ini.

Anyway, saya harus jujur bahwa saya tadi tidak memilih Bapak dalam pemilihan tadi pagi tapi tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Bapak, dan seharusnya kita semua juga harus menghargai perbedaan yang ada kan Pak?. Saya juga akan menghormati seandainya Bapak nanti akan menang Pemilihan Presiden. Bagi saya yang terpenting siapapun yang nanti jadi Presiden, haruslah bisa amanah terhadap Negeri ini.

Saya masih ingat Pak, ketika Bapak dalam Debat Calon Presiden kedua kalau tidak salah, Bapak menjanjikan kemerdekaan Palestina. Well, saya terkejut sekali ketika Bapak mengucapkan hal tersebut. Bagi saya, suatu mimpi besar sekali apabila Bapak berucap seperti hal tersebut, terlebih Bapak mengucapkannya pada waktu awal-awal pemaparan visi dan misi sekaligus Bapak mengucapkannya dengan sangat tegas sekali.

Capres-Cawapres RI 2014

Capres-Cawapres RI 2014

Saya harus mengakui tidak mudah untuk mewujudkan mimpi tersebut, Bapak pun saya rasa juga merasakan demikian. Bagi saya bila Bapak membantu memerdekakan Palestina, berarti Bapak mewujudkan mimpi seluruh umat Islam yang ada di dunia ini. Kalau ada umat islam yang tidak bermimpi hal tersebut sampai hari ini, maka saya yakin perlu dipertanyakan lagi keislamannya.

Tidak mudah Bapak memerdekakan Palestina, karena kita tahu berarti kita sedang menghadapi kekuatan yang besar untuk mewujudkan hal tersebut. Bahkan sejujurnya negera-negara Arab pun saat ini juga terdiam sampai saat ini untuk membebaskan Palestina, kalaupun hal itu terwujud ketika Bapak menjadi Presiden, sungguh mulia sekali Bapak, saya doakan Bapak masuk Surga tertinggi.

Saat ini Palestina sedang mengalami masalah yang genting dimana banyak anak-anak kecil yang tidak bersalah dibunuh oleh Israel dengan yang jelas kekuatan yang sangat timpang sekali. Tidak perlu rasanya saya sertakan link-link berita maupun gambar, ketika tulisan ini ditulis (9 Juli 2014), seluruh tanah Gaza sedang dikepung oleh tank tank Israel untuk menduduki tanah Gaza.

Israel Tank

Israel Tank

Sungguh sedih mendengarnya, apabila saudara se-umat muslim disana dibunuh, bagaimanapun, umat muslim di Palestina adalah saudara kita juga. Merekalah yang seharusnya untuk diperjuangkan lebih, merekalah yang seharusnya dibantu lebih ketika mereka hanya bisa menunggu untuk diberikan bantuan.

Bapak Jokowi yang terhormat, saya yakin pengetahuan agama Bapak jauh lebih baik daripada saya, tidak mungkin Bapak melalukan umroh tapi tidak melakukan rukun Islam yang ke 1 , ke 2 seterusnya sampai ke 4. Saya yakin Bapak sudah paham sekali apa itu rukun Islam, maka sudah seharusnya Bapak, daripada mendahulukan hingar bingar politik di Indonesia, lebih arif dan bijak kita juga mendengar kondisi sahabat kita di Palestina

Saya sangat mengharapkan janji Bapak untuk mewujudkan memerdekakan Palestina itu terwujud sesuai dengan apa yang Bapak ucap di Debat Capres.

Sungguh Bapak, rasanya kalau harus menunggu menjadi Presiden untuk membantu akan lama sekali rasanya. Taruhlah bila Bapak terpilih, Bapak akan diangkat menjadi Presiden bulan September esok, lalu Bapak, apakah kita juga harus menunggu umat muslim di Palestina dikubur terlebih dahulu?

Takdir mungkin tidak ada yang tahu, tapi seandainya kita tidak berbuat apapun sampai esok Bapak bila terpilih nanti, tentu akan menjadi penyesalan seumur hidup umat Muslim seluruh dunia. Terlebih rasanya, naif juga kalau harus menjadi Presiden untuk membantu saudara kita di Palestina ya Pak.

Saya tidak merepresentasikan siapapun dalam menulis tulisan ini, saya hanya sedih dan malu rasanya belum bisa berbuat banyak untuk membantu Palestina, jujur saya hanya membantu doa sejauh ini. Saya sebagai warga negara biasa, hanya ingin ada seseorang yang mau mengajak seluruh umat muslim di Indonesia, untuk sama sama membantu meringankan beban umat muslim di Palestina, cukuplah kita menggelar doa bersama, saya yakin pintu surga akan terguncang untuk mengabulkan doa tersebut.

Sampai hari ini sudah banyak orang yang mati syahid di Palestina, tidak terhitung rasanya. Akankah kita terus hanya terdiam Pak seperti ini? Ataukah kita mulai tergerak hatinya untuk sama sama membantu meringankan beban umat muslim Palestina? Banyak orang yang memilih Bapak, karena Bapak diyakini sebagai salah satu pemimpin yang mau mengajak masyarakatnya dari hati untuk tergerak bersama.

Israel Attack Gaza

Israel Attack Gaza

Ketahuilah Bapak, setiap pemimpin nanti akan ditagih janjinya di akhirat kelak. Setiap pemimpin juga akan ditanyai apa peran serta kita dalam membantu umat muslim yang lain, nanti juga di akhirat. Terlebih bila Bapak terpilih, Bapak akan memimpin salah satu negeri dengan umat Islam terbanyak di dunia.

Saya rasa tidak perlu berucap bukan urusan kita ya Bapak, karena sejujurnya Indonesia masih punya hutang budi kemerdekaan Indonesia kepada Palestina. Palestina, walaupun belum jadi negara, termasuk yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Sudah banyak buku sejarah yang menulis fakta tersebut.

Saya juga jujur, bahwa pengetahuan agama Islam saya juga terbatas, tapi tidak mengurangi rasa empati dan kepedulian saya terhadap Palestina. Saya harap pun Bapak juga merasakan yang demikian adanya.

Demikian Bapak surat dari saya,

Besar harapan saya, terlebih semua umat muslim, kepada Bapak untuk benar-benar mewujudkan kemerdekaan Palestina seperti yang pernah Bapak janjikan dahulu.
Maaf sekali Bapak suratnya terlalu panjang, tapi semoga tidak mengurangi waktu Bapak untum membaca surat ini, karena di pundak Bapak nantinya bila terpilih, Bapak akan ditagih semua janji Bapak yang pernah terucap.

Semoga Alloh SWT meninggikan derajat Bapak, diberikan keberkahan dan kemudahan bila nanti Bapak terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

Wassalamualaykum Warrohmatulloh

you have to choose and never regret it.

Di kantor saya sekarang kedatangan sekitar 20 orang siswa magang-magang yang berasal dari Universitas Diponegoro. Perusahaan kami menganggapnya masih sebagai siswa karena terhitung juga bukan sebagai OJT. OJT ditempat kami berbeda dengan siswa magang, karena siswa magang ini nantinya masih harus mengambil topik Tugas Akhir di tempat unit kami bekerja. 20 orang tersebut dibagi menjadi 4 kelompok, dimana setiap harinya setiap kelompok harus melakukan rolling di masing-masing bagian. Kebetulan di unit kami, ada 4 bagian yaitu Operasi Sistem Distribusi, SCADA & Telekomunikasi , Keuangan dan Administrasi serta Elektromagnetik 20 kV.

Setiap kedatangan kelompok-kelompok tersebut, saya selalu mengajak berdiskusi mencoba berkenalan lebih jauh tentang keseharian mereka di kampus, apa prestasi yang sudah pernah mereka raih, kebanggan apa saja yang sudah mereka dapat dan masih banyak lagi tentang masa-masa kecilnya. Dari situ saya mengetahui siswa-siswa itu ternyata mempunyai prestasi yang sangat bagus, ada yang pernah juara taekwondo se Jawa Tengah, juara badminton, jago pemrograman PLC dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebut satu-satu.

Diakhir setiap perbincangan diskusi, saya mencoba selalu memberikan motivasi untuk tetap semangat dan jangan menyerah, apapun nanti pada bagian yang temen-temen masuki jangan pernah mengeluh dan menyesal bahwa perusahaan sepertinya salah menempatkan siswa-siswa tersebut.

Begini,

Setiap tindakan yang sudah kita lakukan pasti Tuhan sudah memberikan lampu hijau bahwa “kejadian” ini boleh terlaksana. Maksudnya katakanlah saya masuk Perusahaan inipun, Tuhan sudah memberikan restunya bukan untuk menjadikan saya bekerja disini. Salah seorang siswa menanyakan pada saya, apakah mas sudah yakin akan pilihan saya untuk bekerja di PLN ?

Saya bilang saat ini ya, hanya saat ini tapi saya tidak tahu pada kemudian hari, saya menemukan tantangan ditempat lain. Dunia terus berputar ya, tidak mungkin saya bertahan terus pada satu titik. I keep my life challenged , dengan motto hidup saya seperti itu, saya merasa tidak boleh berhenti pada satu titik yang menyebabkan saya mundur, tidak itu tidak boleh. Setiap manusia yang ditugaskan di dunia ini, saya yakin Tuhan sudah mengutus kita seharusnya untuk terus maju dan berkembang. Itulah kenapa manusia dianugrahkan otak, dan ditempatkan dalam kasta teratas dalam piramida makhluk hidup.

Dulu sebelum masuk perusahaan ini, saya selalu terpikir apakah perusahaan ini nantinya yang akan membuat saya berkembang?, saya terus menanyakan kesungguhan diri saya apakah perusahaan ini passion saya? dan ternyata memang benar, Tuhan mengutus saya pada tempat yang benar. Untuk mengamini pilihan saya ini benar, saya hanya memutuskan dua hal.

Pertama, saya harus menceburkan diri. Saya encouraged diri saya untuk tetap membangkitkan rasa penasaran. Kalau perasaan rasa penasaran itu berhenti, akhirnya saya kehilangan passion saya. Kalau saya kehilangan passion saya berarti saya kehilangan rasa bersyukur. Itu tidak boleh dan jangan sampai terjadi.

Saya membaca buku Billy Boen dalam Young On Top, Rule #1 ketika anda memasuki dunia kompetisi ini adalah “Do what you love, Love what you do”,  itulah kenapa saya pada akhirnya memaksa, mempush diri saya untuk menyukai hingga pada akhirnya passion itu timbul. Passion itulah yang menggerakan kita menjadi semangat apapun sehingga apapun yang menjadi halangan ataupun rintangan itupun pada akhirnya mengecil dan takut karena semangat kita.

Kedua, jangan pernah menyesal dengan pilihanmu. Ini penting sekali agar saya tidak terlena dengan keberhasilan yang sudah terjadi. Bahwa keberhasilan yang sudah terjadi, itu sudah terjadi. Keberhasilan yang sudah terjadi seharusnya dijadikan acuan / titik pondasi bahwa itu adalah saya harus bekerja lebih dari keberhasilan kemarin. Menyesal adalah mengeluh, dan mengeluh itu artinya tanda tak mampu. Apakah dibenarkan kalau belum dihadapi saja sudah tak mampu?

Pada akhirnya Tuhan tidak mungkin salah menempatkan pilihannya. Manusia hanya mengerti parsialnya, bukan keseluruhan dari perjalanan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, janganlah lupa bersyukur, syukuri bahwa kita masih punya pekerjaan yang halal, syukuri bahwa ada orang-orang baik yang masih menyayangi kita, syukuri bahwa kita tidak pernah sendiri dalam kehidupan dan yang paling dasar syukuri bahwa kita masih diberikan nafas dari Yang Maha Kuasa.

-Angga Rajasa-

A Geek, #eh

a never ending looping

I’m not gonna lie, this pict is a friend of me right now. I’m not a geek at work but if you sleeping while your work is not working well, what should you do? sleep with your work? or having nightmare your boss is upset hehehe.

A simple answer is, lets make it done, even though it’s painful but it’s worth it right, than prefer sleeping with your computer? 😀

When life goes bad, God is staying near you :)

When life goes bad,  dont you know that God is taking closer, closer to you, or even to the closest edge that you had not realize.

Tulisan ini aku tulis ketika ada adik kelas yang merasa frustasi dengan TA-nya. Saya enggak akan menyalahkan aspek teknis kenapa dia bisa putus asa, cuma ketika kita berada pada titik yang benar-benar sudah pasrah dan enggak tau harus kemana, pada saat itu Tuhan sedang berada di titik yang paling dekat yang sebenarnya enggak kita ketahui. Pada saat kondisi seperti itu, Tuhan lebih mendengar apapun yang kita rasakan, sayangnya kita enggak pernah benar-benar menyadarinya kan? 😀

Jadi ketika pada saat kita benar-benar pasrah, bukankah itu harusnya menjadi titik optimis kita? kenapa? Tuhan lebih dekat bersama dengan orang-orang yang susah. Pada saat itu kalo kita percaya, bukankah Tuhan akan mengeluarkan mukjizatnya? Jadi janganlah pernah merasa putus asa, karena putus asa itu kebanyakan membuat kita makin jauh dari Tuhan, iya kan? 🙂

[Asal Tulis] Tulisan dibalas tulisan. Seems Fair.

Tranmsisi Listrik

Sebenernya lagi males nulis juga, tapi karena ada yang ngajak perang dalam tulisan yang gue bales dengan tulisan. Kalau dalam hukum Islam, kalo kita melakukan keburukan sesuatu maka dibalas dengan sesuatu, biar Fair. Misalnya ada orang membunuh maka dalam hukum Islam dia juga akan dipancung juga kan?. Fair kan? Nah karena ada tulisan yang menjelekkan perusahaan saya, ya gue balas dengan tulisan juga. Fair kan? Nggak tapi gue nggak menjelekkan perusahaannya, gue babat habis sifat orangnya yang sedikit sok tau. Nggak papa kan? Biar Fair

Terus terang, gue nggak demen sama orang yang melihat dari satu sisi, langsung menyama-ratakan kejelekannya. Itu nggak bener. Prinisip gue ya, tong sampah pasti ngeluarin sampah. Artinya apa, kalo kita njelekin orang, apa bedanya kita dengan omongan kita? ya nggak sih? hehehe

Langsung aje ye, nih linknya. Semoga jangan ikutan panas dengan kejelekan PLN gara2 membaca tulisan itu. 🙂

http://miuski.wordpress.com/2011/05/01/pln-kini-sudah-tak-becus-jalankan-perusahaan/#comments

Bila dinilai, hari berganti hari, bulan berganti bulan, hingga tahun berganti-ganti, dengan teknologi yang semakin maju yang menuntut ilmu pengetahuan (SDM di Perusahaan) harus semakin mapan, tapi bagaimana di PLN ?

Continue reading

[Asal Tulis] Kenapa Kita Diciptakan Saling Melengkapi

Saya kadang-kadang geli dan bahkan merasa lucu melihat seseorang yang meminta jodohnya seperti apa. Bayangkan, ketika ditanya kamu pengen jodohmu seperti apa? kebanyakan pasti mereka menjawab :

yang baik, yang sejahtera, yang mapan, yang bisa pengertian, yang mau menerima apa adanya, yang ganteng/cantik, saleh, sayang sama keluarga, yang bersemangat, yang bisa olahraga dan lain-lain, lain-lain dan sebagainya

ditanya seperti apa maunya tipe pasangannya, pasti mereka me-list dalam banyak sekali spesifikasinya. Saya tidak menyalahkan sifat seperti itu, karena memang pada dasarnya sifat manusia ingin mencapai kesempurnaan.

Anehnya ya, ketika ditanya balik

Berapa karakter yang kamu miliki sehingga kamu pantas memiliki pasangan yang sesempurna itu?

Misalnya kamu menginginkan pasangan kamu bersemangat, rajin beribadah, baik, sejahtera, menerima apa adanya, tapi begitu ditanya balik, apa sifat itu sudah ada dalam diri kamu? kebanyakan pasti geleng-geleng kepala dan hanya bisa menghitung jari. Sebegitunya, manusia merasa berharga sehingga keinginan memiliki pasangan yang sempurna is a must.

Continue reading