[Kerja] Sesi Curhat!

Postingan kali ini menggunakan banyak kata lo-gue dan lo-gue jadi mohon maaf ya ala surabaya saya sekarang akan hilang sesaat pada postingan kali ini.

Eniwei tahun ini akan menjadi tahun yang berat rupanya bagi seksi kami. Tahun ini semua proses pekerjaan yang manual-manual akan dijadikan satu sistem aplikasi yang terintegrasi. Semua permintaan bagian mulai masuk diproses untuk di-IT-kan, istilahnya jadi satu sistem yang bisa mengukur kinerja pegawai.

Gue setuju dengan ide-ide manajemen dengan perubahan sistem ini. Buat gue, suatu proses yang membikin effort lebih lama dan memakan waktu itu sama aja dengan wasting time artinya pegawai jadi nggak punya ruang untuk pengembangan diri karena terlalu disibukkan dengan proses-proses yang masih manual. Terus terang gue sendiri secara pribadi membenci hal-hal yang sama dilakukan secara berulang tiap hari lagi. Gimana nggak mampus coba kalo kayak gitu, bakalan mati garing dan gue jamin otak-otak pegawai akan hanya muter dari titik A ke titik B. Cukup

Gue udah ajuin dari semester lalu bagaimana satu proses harus dimigrasikan ke dalam sistem sayangnya waktu itu manajemen belum mendukung sepenuhnya dengan rencana gue. Oke gue nggak masalah tapi setidaknya dalam satu sub-bagian kecil yang ada dalam pekerjaan saya, harus berbasis IT dan anyhow supervisor saya setuju. Inilah yang gue sebut dengan kendala dalam bidang IT. Satu aplikasi kalo nggak ada dukungan dari atasan, nggak bakalan roll-out meski aplikasi yang lo semua bikin itu bikin lo gulung-gulung dari sabang sampek merauke.

Ini serius, gue pernah propose beberapa proses yang seharusnya dijadikan, sayang asisten manajer yang lama gue nggak support dan sepertinya kurang memberikan attention dan hanya beberapa yang diapprove dan itupun yang kecil-kecil. Anyhow gue juga nggak kecil hati dan waktu itu gue ajuin satu sistem yang bisa mengukur kinerja gangguan yang ditangani, berapa waktu perbaikan ticket, eskalasi ticket dan semacamnya. Gue ajuin ke supervisor gue dengan alasan yang berdasar dan tepat sasaran dan akhirnya setuju. Voila!

Sekarang, asisten manajer gue baru seminggu jalan. Beliau mendukung penuh untuk sosialisasi sistem ini. Gue dan supervisor gue seneng. Ini yang akhirnya gue tunggu-tunggu untuk dapet dukungan seperti ini. Gue cuma pengin suatu saat ketika gue pergi dari unit ini atau PLN, gue bisa meninggalkan sesuatu yang manfaat bagi orang banyak. Jangan sampek ketika gue pergi, gue dikenang sebagai orang yang biasa-biasa aja. Enggak, hidup itu harus bermanfaat bagi semua orang, meski peran itu kecil tapi seenggak2nya jangan jadi orang yang biasa lah ya.

Kalo bisa jadi orang yang hebat, kenapa jadi yang biasa. Buat gue, sesuatu yang menghalangi tujuan/impian itu cuma diri sendiri yaitu kesungguhanmu.

[Kerja] Berbenah dan Kepercayaan

Sementara saat menulis tulisan ini, saya dilanda sakit perut selama 5 hari berturut-turut. Entah saya salah makan atau mungkin tanda-tanda akan sakit, berulang kali saya harus mengunjungi kamar kecil dan bahkan hari jumat saya mencetak rekor dengan keluar masuk sebanyak 6 kali. Ini adalah diare terparah yang saya alami, biasanya hanya berlangsung satu atau dua hari langsung sembuh. Saya memutuskan untuk pulang ke rumah Surabaya dan mengambil cuti 1 hari di hari senin. Saya merasa inilah waktu yang tepat bagi saya untuk memulihkan jiwa dan badan saya. Saya enggak mau pekerjaan mengendalikan saya, justru sebaliknya saya lah yang menentukan dan mengendalikannya.

Sisi baiknya dari sakit diare ini, kemarin kamis saya berada di Yogyakarta untuk membicarakan mengenai Migrasi Sistem SCADA bersama-sama dengan rekan-rekan Area Yogyakarta. Saya kagum dengan manajer Area Yogyakarta, Bapak Subuh Isnandi, beliau ini kelihatan sekali dari matanya sangat ambisius dan tipikal orang yang nggak mudah menyerah. Sangat berbeda dengan manajer-manajer area lainnya bahkan manajer senior sekalipun yang ada di Kantor Wilayah. Sorot mata seseorang yang sangat ambisius dan auranya kepemimpinannya sangat terlihat sekali. Pak Subuh mirip terlihat seperti Pak Dahlan Iskan, santai tapi terlihat serius dan penuh ambisi.

Rapat kemarin membahas tentang rencana pemindahan operasi jaringan 20 kV mutlak ke tangan kantor unit saya, APD Semarang. Buat saya ini adalah terobosan baru dengan memotong jalur waktu segementasi pemulihan gangguan. Sebelumnya untuk memulihkan jaringan, petugas yantek menghubungi petugas area, yang selanjutnya petugas area menghubungi petugas APD. Nantinya tidak ada lagi petugas area dan langsung petugas yantek menghubungi dengan petugas APD dengan petugas area hanya sebagai pengawas. Dengan model operasi seperti ini, maka area Yogyakarta mirip seperti area Bali yang sudah lama diagun-agungkan Kantor Pusat sebagai role model untuk sisi Distribusi. Area Yogyakarta pun demikian, dengan akhir 2015 mereka bermimpi mengalahkan Bali. Luar biasa bukan terobosoan dari Pak Subuh?

Kami dari APD diberikan kepercayaan penuh untuk mengurusi Keypoint 20 kV (LBS/Recloser) artinya mutlak mereka sudah tidak mengurusi tetek bengek per-SCADA-an di area mereka. Petugas area lebih akan sibuk mengurusi perkuatan jaringan dan trafo distribusi serta penambahan pelanggan baru. Ini adalah kepercayaan yang sangat mahal sekali buat APD. APD Semarang yang lahirnya belakangan di antara para APD lain mendapatkan kepercayaan mahal dan mutlak ini harus kita jaga sepenuhnya.

Selain itu juga dibahas mengenai pembangunan Server SCADA baru di Area Yogyakarta, dengan demikian akan terjadi pemisahan beberapa SCADA Gardu Induk dan Keypoint ke Area Yogyakarta. Hal ini bagus, mengingat beban server di Semarang sudah mendekati titik jenuh dan dikhawatirkan sering lagging meski sebenarnya itu terjadi sekali dalam setahun.

Kami sudah menunggu kesempatan ini, kesempatan untuk juga memperkuat sistem SCADA hingga menyamai dengan SCADA di Bali dan juga Jawa Timur yang baru membangun empat server secara redundant. Keoptimisan kami makin bertambah menyusul hadirnya bu Arsyadhany, eks Asman SCADA & Tel APD Bali,  sebagai Asman SCADA & Tel APD Jawa Tengah dan DIY. Semoga pengalaman-pengalaman beliau ini bisa ditularkan kepada rekan-rekan APD Jateng.

Saya optimis program di Area Yogyakarta ini akan berhasil dan bahkan tidak menutup kemungkinan area lain menyusul juga. 2 Area yang akan menyusul setelah melihat keberhasilan Yogyakarta adalah Area Surakarta dan Area Semarang. Dengan nantinya 3 Area yang menjadi lumbung pendapatan di Jateng dan DIY yang sudah diperkuat program jaringan distribusi, saya optimis Wilayah Distribusi Jawa Tengah DIY akan lebih maju bahkan bisa menantang langsung dengan Jawa Timur dan Jawa Barat dari sisi pendapatan.

[Kerja] Presentasi Forum Inovasi Distribusi Jawa-Bali

Hai guys,

Long time ya udah nggak cuap-cuap di blog lagi , apa kabar semua? ya yang disana.. yang di pojok, ya kamu! ayo berdiri bangkit, letakkan tangan di atas! kamu yang di pohon! ya kamu, turun ke bawah kesini, mari kita meriahkan acara ini. hahaha *edisi pembukaan nggak penting*

Eniwei, 2 minggu lalu ada tawaran untuk mengikuti Forum Inovasi Distribusi dari Kantor Distribusi. Kayaknya sih ini event pertama kali se-Jawa Bali dari kalangan area Distribusi untuk sama-sama mengeluarkan hasil inovasi yang sudah diterapkan di unit masing-masing, modelnya semacam kayak Seminar Paper itu loh.Seleksi awal kemarin hanya mengirimkan abstrak saja dan dari APD Semarang ,unit saya, mengirimkan 3 judul / orang dan alhamdulillah lolos semua dipanggil ke Jakarta.Event ini rencananya diadakan tanggal 23-24 Febuari di Kantor Pusat PLN. Lumayan lah, pertama kali menginjakkan Headquarter Enterprise dan dari dulu cuma sliwar-sliwer lewat depannya doang sih.

Setelah, lolos masing-masing peserta diwajibkan membuat paper dan presentasi dengan aturan maksimal 5 halaman untuk paper dan 10 slide untuk presentasi. Inilah dia paper saya dan presentasi saya. Selamat menikmati! 🙂

[PAPER]

[PRESENTASI]