[Kuliner] Nasi Kuning Avon (Ambon) – Surabaya

Sepertinya blog ini sedang tren posting mengenai makanan. Efek dari lebaran adalah ya seperti ini, hunting makanan khas kota. Kebetulan karena sedang di Surabaya jadi saya putuskan untuk nostalgila dengan makanan yang ada disini. Ya seperti yang kita tau bersama dan kita sepakati, makanan di Surabaya pasti berselera pedas bukan karena ada sambalnya atau apa tapi kebanyakan karena efek merica berlebihan sehingga sensasi di lidah lebih menggelegar.

Tapi bukan itu makanan yang saya cari, saya sedang mencara makanan perpaduan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Nasi Kuning!. Kembaran dari Nasi Uduk Jakarta. Bahan dasarnya ya sama, ada penambahan santan dalam nasinya jadi lebih nasinya lebih padat dan gemuk namun untuk Nasi Kuning ditambahkan kunyit untuk menjadikannya warna kuning *eh apa kunir ya? lupa saya hehehe.

Nasi Kuning kebanyakan dalam acara adat sebagai lambang bersyukur atas apa yang diperoleh, contohnya acara Sunatan, Acara pindahan rumah atau acara kelulusan sekolah anak. Ya pasti karena efek tradisi Jawa kental yang masih berlaku di tanah Jawa. Kalu mau lengkap baca sejarahnya, mbah wikipedia menyediakannya disini. Karena pergeseran budaya serta berkembannya jaman, Tumpeng bergeser dari yang untuk acara besar menjadi makanan kuliner warung-warung karena sebenernya pembuatannya juga tidak terlalu rumit.

Di Surabaya, ada salah satu tempat yang menurut saya enak menyediakan Nasi Kuning. Nasi Kuning Avon yang deket Taman Bungkul ini, spicy-nya disediakan dengan menyesuaikan lidah orang Surabaya. Jadi rasanya enggak terlalu eneg kalau mau makan seperti kebanyakan Nasi Tumpeng khas Jawa Tengah/Jogjakarta dan nasinya lebih lemes, gampang dikunyah di lidah. Eniwei, untuk tahu dimana tempatnya Nasi Kuning Avon ini, saya berikan hint map 😀

Nasi Kuning Avon

Jangan lupa masuknya melalui Jalan Kapuas, nanti setelah Rumah Sakit SMS apa ya? ada belokan kanan nah di pojokan itu warungnya. Tempatnya agak terpelosok sih, tapi jangan salah kalau hari Minggu kamu bakalan antri setengah mati dan kalau gak ngeyel bakalan makan lama. Saran saya kalau pas ramai, mending bungkus bawa pulang saja daripada ngganggur jadi patung hidup disana kan.Hehehe Eh iya ini ada sedikit short brief mengenai Nasi Avon.

Nasi Kuning Avon

Nasi Kuning Avon

Kalau dinilai menurut saya, boleh saya kasih nilai 8,5 karena menurut saya Nasi Kuning ini simple tapi enggak menghilangkan cita rasa spicy merica ala Surabaya. Perpaduan yang pas antara makanan khas Jawa dengan tambahan bumbu-bumbuan ala Surabaya. Kalau ada waktu silahkan mencoba!

[Kuliner] Mie Aceh Titi Bobrok – Medan

Ini sebagian cerita waktu ke Medan. Eh aku belon cerita lombanya gmana ya waktu itu? Hehehe, di skip saja ya cerita tentang lombanya, nanti pasti bikin ngantuk kalo didongengin. Cerita tentang kulinernya saja ya. Hehehe

So pasti ya, kalo travelling ke kota selain mengunjungi tempat wisata ya jelas kulinernya, ya jelas gmana nggak karena pada harfiahnya manusia pasti lapar, dan mencari sesuatu banget (ala syahrini) yang berasal dari kota itu dan dalam kasus ini aku bicara makanan.

Kemarin waktu ke Medan, salah satu kuliner yang terkenal di kota itu adalah Mie Aceh. Mie Aceh basically sudah terkenal dimana-mana, selain memang karena cita rasanya yang menurut aku masih selera Melayu dan menggunakan rempah-rempah sebagai ujung tombak dari makanan. Kalau kau pernah mencicipi Makanan Padang nah itu salah satu contohnya dan Mie Aceh ini jelas kembarannya. Banyak menggunakan kaldu dan rempah-rempah.

Di Medan, Mie Aceh yang paling terkenal adalah kepunyaan Titi Bobrok. Konon kuliner ini langsung dibawa oleh orang Aceh sehingga touch Aceh-nya memang bener-bener kerasa. Lokasinya di Jalan Setiabudi, deket jembatan persis. Hampir semua orang Medan pasti tau tempat makanan ini, jadi ya jangan kawatir kalo memang gak kedapetan makanan disini.  Waktu itu aku pesen apa ya, seingetku sih Mie Kuah Udang. Kenapa pesan ini, karena di Semarang ada juga Mie Aceh dan aku juga pesen yang sama dan menurutku aku boleh lah untuk dicoba perbandingan apakah rasanya memang sama atau nggak. Here’s the screenshot ladies.

Mie Aceh Titi Bobrok

Tampang menggoda bukan? hahaha, eniwei saya memberi nilai 7,5 dan entah kenapa aku lebih menyukai Mie Aceh yang ada di Semarang. Perbedaannya Mie Aceh Titi Bobrok memakai tepung dalam kuahnya jadi terasa lebih kental dan taste untuk rempah-rempahnya jadi kurang terasa. Bahkan saya kurang menemukan taste untuk udang-nya makanya rasanya kurang sip. Tapi mungkin karena kebiasaan lidah orang Jawa kali ya. Hahaha. Overall cocok lah untuk sekedar mencoba gimana rasanya Mie Aceh yang asli. Hehehe