Surat Terbuka untuk Pak Jokowi, untuk Palestina

Israel Attack Gaza

Israel Attack Gaza

 

Surat Terbuka untuk Pak Jokowi, untuk Palestina

Assalamualaykum Warrohmatulloh Pak Jokowi,

Semoga Bapak senantiasa sehat selalu setelah melalui periode Pemilihan Presiden yang panjang dan tentunya menghabiskan energi Bapak.

Perkenalkan nama saya Angga, saya cuma seorang warga negara biasa yang baru saja mengikuti hingar bingar politik negeri kita. Saya yakin dan kita semua juga meyakini semua, bahwa baru kali ini Pemilihan Presiden Republik Indonesia seramai ini dan paling seru ya baru kali ini.

Anyway, saya harus jujur bahwa saya tadi tidak memilih Bapak dalam pemilihan tadi pagi tapi tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Bapak, dan seharusnya kita semua juga harus menghargai perbedaan yang ada kan Pak?. Saya juga akan menghormati seandainya Bapak nanti akan menang Pemilihan Presiden. Bagi saya yang terpenting siapapun yang nanti jadi Presiden, haruslah bisa amanah terhadap Negeri ini.

Saya masih ingat Pak, ketika Bapak dalam Debat Calon Presiden kedua kalau tidak salah, Bapak menjanjikan kemerdekaan Palestina. Well, saya terkejut sekali ketika Bapak mengucapkan hal tersebut. Bagi saya, suatu mimpi besar sekali apabila Bapak berucap seperti hal tersebut, terlebih Bapak mengucapkannya pada waktu awal-awal pemaparan visi dan misi sekaligus Bapak mengucapkannya dengan sangat tegas sekali.

Capres-Cawapres RI 2014

Capres-Cawapres RI 2014

Saya harus mengakui tidak mudah untuk mewujudkan mimpi tersebut, Bapak pun saya rasa juga merasakan demikian. Bagi saya bila Bapak membantu memerdekakan Palestina, berarti Bapak mewujudkan mimpi seluruh umat Islam yang ada di dunia ini. Kalau ada umat islam yang tidak bermimpi hal tersebut sampai hari ini, maka saya yakin perlu dipertanyakan lagi keislamannya.

Tidak mudah Bapak memerdekakan Palestina, karena kita tahu berarti kita sedang menghadapi kekuatan yang besar untuk mewujudkan hal tersebut. Bahkan sejujurnya negera-negara Arab pun saat ini juga terdiam sampai saat ini untuk membebaskan Palestina, kalaupun hal itu terwujud ketika Bapak menjadi Presiden, sungguh mulia sekali Bapak, saya doakan Bapak masuk Surga tertinggi.

Saat ini Palestina sedang mengalami masalah yang genting dimana banyak anak-anak kecil yang tidak bersalah dibunuh oleh Israel dengan yang jelas kekuatan yang sangat timpang sekali. Tidak perlu rasanya saya sertakan link-link berita maupun gambar, ketika tulisan ini ditulis (9 Juli 2014), seluruh tanah Gaza sedang dikepung oleh tank tank Israel untuk menduduki tanah Gaza.

Israel Tank

Israel Tank

Sungguh sedih mendengarnya, apabila saudara se-umat muslim disana dibunuh, bagaimanapun, umat muslim di Palestina adalah saudara kita juga. Merekalah yang seharusnya untuk diperjuangkan lebih, merekalah yang seharusnya dibantu lebih ketika mereka hanya bisa menunggu untuk diberikan bantuan.

Bapak Jokowi yang terhormat, saya yakin pengetahuan agama Bapak jauh lebih baik daripada saya, tidak mungkin Bapak melalukan umroh tapi tidak melakukan rukun Islam yang ke 1 , ke 2 seterusnya sampai ke 4. Saya yakin Bapak sudah paham sekali apa itu rukun Islam, maka sudah seharusnya Bapak, daripada mendahulukan hingar bingar politik di Indonesia, lebih arif dan bijak kita juga mendengar kondisi sahabat kita di Palestina

Saya sangat mengharapkan janji Bapak untuk mewujudkan memerdekakan Palestina itu terwujud sesuai dengan apa yang Bapak ucap di Debat Capres.

Sungguh Bapak, rasanya kalau harus menunggu menjadi Presiden untuk membantu akan lama sekali rasanya. Taruhlah bila Bapak terpilih, Bapak akan diangkat menjadi Presiden bulan September esok, lalu Bapak, apakah kita juga harus menunggu umat muslim di Palestina dikubur terlebih dahulu?

Takdir mungkin tidak ada yang tahu, tapi seandainya kita tidak berbuat apapun sampai esok Bapak bila terpilih nanti, tentu akan menjadi penyesalan seumur hidup umat Muslim seluruh dunia. Terlebih rasanya, naif juga kalau harus menjadi Presiden untuk membantu saudara kita di Palestina ya Pak.

Saya tidak merepresentasikan siapapun dalam menulis tulisan ini, saya hanya sedih dan malu rasanya belum bisa berbuat banyak untuk membantu Palestina, jujur saya hanya membantu doa sejauh ini. Saya sebagai warga negara biasa, hanya ingin ada seseorang yang mau mengajak seluruh umat muslim di Indonesia, untuk sama sama membantu meringankan beban umat muslim di Palestina, cukuplah kita menggelar doa bersama, saya yakin pintu surga akan terguncang untuk mengabulkan doa tersebut.

Sampai hari ini sudah banyak orang yang mati syahid di Palestina, tidak terhitung rasanya. Akankah kita terus hanya terdiam Pak seperti ini? Ataukah kita mulai tergerak hatinya untuk sama sama membantu meringankan beban umat muslim Palestina? Banyak orang yang memilih Bapak, karena Bapak diyakini sebagai salah satu pemimpin yang mau mengajak masyarakatnya dari hati untuk tergerak bersama.

Israel Attack Gaza

Israel Attack Gaza

Ketahuilah Bapak, setiap pemimpin nanti akan ditagih janjinya di akhirat kelak. Setiap pemimpin juga akan ditanyai apa peran serta kita dalam membantu umat muslim yang lain, nanti juga di akhirat. Terlebih bila Bapak terpilih, Bapak akan memimpin salah satu negeri dengan umat Islam terbanyak di dunia.

Saya rasa tidak perlu berucap bukan urusan kita ya Bapak, karena sejujurnya Indonesia masih punya hutang budi kemerdekaan Indonesia kepada Palestina. Palestina, walaupun belum jadi negara, termasuk yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Sudah banyak buku sejarah yang menulis fakta tersebut.

Saya juga jujur, bahwa pengetahuan agama Islam saya juga terbatas, tapi tidak mengurangi rasa empati dan kepedulian saya terhadap Palestina. Saya harap pun Bapak juga merasakan yang demikian adanya.

Demikian Bapak surat dari saya,

Besar harapan saya, terlebih semua umat muslim, kepada Bapak untuk benar-benar mewujudkan kemerdekaan Palestina seperti yang pernah Bapak janjikan dahulu.
Maaf sekali Bapak suratnya terlalu panjang, tapi semoga tidak mengurangi waktu Bapak untum membaca surat ini, karena di pundak Bapak nantinya bila terpilih, Bapak akan ditagih semua janji Bapak yang pernah terucap.

Semoga Alloh SWT meninggikan derajat Bapak, diberikan keberkahan dan kemudahan bila nanti Bapak terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

Wassalamualaykum Warrohmatulloh

[Traveling] Kuala Lumpur – KLCC Park

Jadi ceritanya ini sebenarnya bukanlah traveling beneran yang harus menguras isi dompet. Inilah pertama kalinya perusahaan memberangkatkan saya ke luar negeri. Nggak jauh jauh amat, ke negeri seberang aja. Ke tempat nya Negara Upin dan Ipin atau Pak Cik juga boleh. Lumayan kan bisa jalan-jalan melihat ibukota negeri seberang. hehehe. Sialnya saya nggak punya banyak waktu untuk menjajah waktu kesana kemari di negeri orang, tapi at least lah ya itu sebanding dengan “tidak mengeluarkan uang” untuk keluar negeri hehehe 😀

Btw sih, sebenarnya ke negeri seberang dalam rangka training untuk mencanggihkan ilmu SCADA dan karena waktu lebih banyak untuk belajar *ciee* jadi ya nggak sempat untuk wira wiri, tapi at least dari negeri seberang ini, bisa melihat gimana budaya negeri seberang. Eniwei, untuk cerita traveling kali ini cuma sempet ke KLCC park, sebenernya juga sempet juga ke Petaling Street.

DSC_0591

As my life goes on, saya belum menemukan taman segede ini di kota besar manapun di Indonesia, *kalau ada kasih tau saya ya*. Tempatnya sangat comfy sekali untuk duduk duduk santai menikmati pemandangan sambil membaca buku di siang hari atau sekedear melepas penat lelah dari pekerjaan sambil liat yang ijo-ijo di seputar pencakar langit memutari taman.

Anyway, KLCC Park berada di pusat jantung kota Kuala Lumpur, asik banget gitu ya kalau pas di tengah-tengah kota besar itu ada taman yang gede , luas dan seger ijo terpampang di depan mata. Lebih asiknya lagi, pemandangan Menara Petronas emang spektakuler sekali menjulang di tengah-tengah kota. Kalau anda kiranya berada di KLCC Park sempatkan untuk bisa naik ke Menara Petronas yang sampai ke ujung. Saya sendiri pas kesana belum sempet ke ujung menara, *hiks*

DSC_0597

Selain itu anda juga bisa mampir mall paling terkenal di Kuala Lumpur yaitu Suria KLCC dimana terletak di sebelah pas Petronas Tower yang sebenarnya saling terhubung gedung gedung di Kuala Lumpur. Suria KLCC lengkap ada segala macam merk-merk terkenal yang sudah mendunia, tapi sejalan dengan itu juga kiranya harga barang di mall tersebut bukan ukuran murah untuk kelas pekerja macam kita kita ini. hehehe tapi kalau sekedar ingin tahu ada ada apa aja di Suria KLCC boleh mampir lah pak cik.

Suria KLCC

Suria KLCC

Di depan mall Suria KLCC ada taman air mancur yang kalau dinikmatin siang siang, hmmm menggugah selera untuk tidur apalagi kalau sambil baca-baca buku di kursi taman disana. Kalau malam bagus banget, air mancurnya bahkan bisa berwarna-warni dan lebih pas lagi kalau mbawa pasangan disana. bisa jadi itu merupakan heaven saudara! hehe dan lebih bagusnya lagi taman disini sangat bersih sekali, sekalipun membawa makanan itu boleh tapi kebiasaan orang-orang di tanah pak cik jauh lebih bagus dibanding kita.

KLCC Park Water Fountain

KLCC Park Water Fountain

Kalau mau membayangkan tamannya seperti apa secara keseluruhan serta kebersihannya, yuk mari kita simak foto-foto di bawah ini ya. Sungguh saya sangat iri punya taman segede gaban seperti ini di tengah kota! hiks! 😦

KLCC Park

KLCC Park

KLCC Park

KLCC Park

Water Fountain KLCC Park

Water Fountain KLCC Park

Skycrapper KLCC Park

Skycrapper KLCC Park

Kids Time

Kids Time

KLCC Park

KLCC Park

[Resensi] Rene Suhardono : Finding Your Passion

Awalnya ketemu topik ini secara nggak sengaja.Waktu itu Youtube sedang menampilkan video-video TEDx pada halaman mukanya dan biasanya Youtube selalu merekomendasikan video yang berkorelasi dengan video yang pernah saya buka sebelumnya. Entah kenapa Youtube ini sengaja mengarahkan saya untuk melihat rak-rak belanja video terbaru mereka. Anyhow, saya kebetulan waktu itu dilihatkan video TEDx Jakarta dan waktu itu yang jadi pembukaan yang saya lihat adalah video Indonesia Mengajar milik Anies Baswedan.

Awesome! itulah kesan pertama saya ketika membuka videonya. Ada semacam perasaan bangga akan nasionalisme yang dulunya yang dididik sejak SD -kemudian luntur pada waktu dewasa- kembali digugah oleh Anies Baswedan. Ada semacam panggilan hati ketika melihat video ini dan tagline nya Mengajar adalah tugas setiap orang yang terdidik menurut saya itu tagline yang sangat-sangat menggugah kita semua yang terpelajar. Hei dude, kamu yang terpelajar dan terdidik, lihatlah sekitarmu. Bangsa ini memerlukan kalian para orang-orang terpelajar.

Saya lihat-lihat video yang lain dan ketemulah video ini Passion, Purpose and Values, dan dari judulnya ini yang membuat saya makin interest untuk menonton videonya. Gaya menyampaikannya yang humoris tentang pencarian dari Passion emang bener-bener beda dengan apa yang saya cari. Rene seolah-olah membisikkan, “hey, have you found your passion? or you just being trapped in boring routines?“. Have a look for a while 🙂

Salah satu tagline yang saya sukai dari Rene adalah : YOUR JOB IS NOT YOUR CAREER.

Saya sepakat dengan Rene, bahwa Job hanyalah sebuah kendaraan / tool untuk mencapai karir. Job belongs to perusahaan yang dimana jelas ada deskripsi pekerjaan, target kinerja dan sebagainya sementara Karir belongs to mine and you it means job should never defines you. Job masih dimiliki perusahaan sedangkaan saat ini, tidak mungkin saya akan bertahan pada job yang sama selama bertahun-tahun. Ada gitu yang mau terus-terusan berada di tempat yang sama selama bertahun-tahun sampai pensiun ?

Sementara karir lebih didefinisikan pada diri sendiri, it means you are the boss of your own career. Why ? karena karir lebih mengarah pada passion, tujuan hidup, values dan happiness. Well beberapa orang ada yang mendefinisikan karir dengan pekerjaan (jobs), itu nggak salah. Beberapa orang bercita-cita untuk 10 tahun mendatang ingin menjadi Manager, 3 tahun berikutnya ingin menjadi GM means refleksi karir adalah jenang kepangkatan. Somehow, kalau dalam 10 tahun mendatang masih mendapati dirinya berupa Assistant Manager, bisa diartikan itu penurunan karir atau sebaliknya.

Dalam sebuah karir yang dikorelkasikan dengan jabatan, jabatan itu berlaku tentatif artinya tidak melekat pada Anda seumur hidup. Tidak mungkin anda akan berada pada posisi Manajer dalam waktu 10 tahun dan dalam hal ini jabatan juga dipengaruhi oleh konstituen / stakeholders keputusan. Seandainya dalam 3 tahun anda kemudian dirotasi menjadi pegawai yang tidak punya jabatan, are you happy?

Sementara karir yang dimaksud Rene adalah karir yang anda definisikan sendiri, karir yang dipengaruhi oleh Passion anda. Anda melakukannya karena you enjoy at the most when you are doing that. Ambil sampelnya, Barry Likumahuwa dengan bassistnya, Darwis Triadi dengan fotografinya, Steve Jobs dengan produk Apple-nya. They are doing great with their passion combining with the jobs, it means they are defining their jobs sehingga ketika anda mengerjakan sesuatu karena passion, saya yakin anda tidak akan merasa lelah mengerjakannya. do you got my points kan?

Any how, saya juga membeli buku Rene Suhardono. Buku ini seakan-akan menggugah keimanan saya, apasih yang sebenernya yang saya cari dalam dunia ini? Somehow tidak mudah memang menemukan passion itu. Beberapa orang menemukan passion sebenarnya dalam waktu 4-15 tahun. Waktu tersebut juga termasuk dalam meyakini bahwa “hei it’s my passion, my ambition of my life”.

Saya betul-betul menyarankan anda untuk membeli buku ini, before its too late for realize you are the OUSTANDING person. Seperti kata Bob Sadino, sebelum membaca buku ini, otak anda harus ditaruh di dengkul. Bukan untuk hal yang jelek, namun untuk meyakinkan anda bahwa membaca buku ini perlu benar-benar pemikiran yang fresh yang kosong, yang bisa mencerna dengan baik makna dalam setiap bukunya.

Buku Rene Suhardono

Buku Rene Suhardono

Happy reading everyone!

Oleh Oleh dari Diklat Manajemen Asset 20kV

5 hari Diklat Manajemen Asset 20kV dan Kubikel membawa banyak sekali informasi yang saya dapat. Tadinya saya kira diklatnya ada di Udiklat Pandaan namun ternyata diklatnya dipindah di suatu hotel di Tretes, Prigen , Pasuruan. Letaknya diapit oleh kaki gunung Arjuno – Welirang. Yang lebih bahagia lagi ternyata yang mengajar adalah bekas manajer saya, Pak Tjatur Endiek. Beliau ini dianggap sebagai bapak yang membangun atau bisa dikatakanlah merintis APD Jawa Tengah & DI Yogyakarta dimana waktu itu keadaan APD benar-benar kantornya seperti layaknya gudang dan sama sekali tidak layak dibilang sebagai kantor. Lewat transformasi beliau selama 4 tahun lah, APD mulai banyak bicara di Jawa Tengah & DI Yogyakarta.

Beliau mengajarkan betapa pentingnya manajemen asset dalam suatu perusahaan. Di PLN, pada sisi hulu (pembangkitan) penerapan Manajemen Asset sudah sangat teratur dan rapi sementara di sisi penyaluran (transmisi) mulai berbenah dengan mulai penerapan EAM (Enterprise Asset Management) sementara, bidang distribusi baru memulai hal tersebut. Padahal kenyataannya ujung tombak duit perusahaan ini ada bidang Hilir (distribusi) sehingga bila sisi distribusi terlambat menerapkan EAM, bayangkan betapa tidak efisiensinya perusahaan ini.

Kenapa kita perlu bicara EAM sebagai alat yang perlu dalam suatu perusahaan? Secara gamblangnya begini, bila suatu perusahaan tidak mengerti kondisi kekinian asset-nya, bagaimana mungkin bisa menerapkan rencana pemeliharaan, perawatan serta perbaikan yang ujung-ujungnya dapat menghemat uang perusahaan. Bisa saja, bila suatu alat tersebut rusak kemudian diganti, kas perusahaan hanya sedikit tersenggol untuk penggantian tetapi bisa dibayangkan kalau satu Indonesia ini semua peralatan semua, perusahaan bisa kehilangan pendapatan pada kesempatan pertama serta waktu penggantian yang tidak sedikit. Inilah mengapa pentingnya kenapa Manajemen Asset dalam suatu perusahaan.

Pada sisi distribusi, sisi kesulitan penerapan EAM adalah banyaknya alat yang harus diinvetarisir. Contoh yang sangat mudah adalah invetarisir jumlah trafo distribusi. Berapa ribu yang harus diinvetarisir jumlah tersebut? Itu baru hanya jumlah, bayangkan kalau menambah variabel-variabel seperti suhu, beban, tahanan dan lain-lain itu sangat membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Itu baru trafo saja, bayangkana kalau harus menginvetarisir juga FCO (fuse cut out) , Arrester, Tiang listrik , kubikel 20 kV , jaringan tegangan menengah, LBS , Recloser sampai dan bahkan kWH meter (baik pasca maupun prabayar). Inilah tantangan dari kawan-kawan distribusi yang harus dikerjakan.

Di bidang transmisi dan pembangkit, sudah ada aplikasi yang menyediakan aplikasi EAM (saya lupa namanya) dengan investasi yang tidak sedikit untuk membangun aplikasi tersebut (kabarnya sampai sekian M) , itulah kenapa EAM sangat mahal harganya. Pada pembangkit, dengan menggunakan aplikasi tersebut, sudah dapat diprediksi jadwal pemeliharaan untuk tahun depan, tahun depannya lagi bahkan prediksi alat yang akan rusak. WOW luar biasa!, Dengan begitu pembangkit pun bisa terjadwal kapan harus padam.

Kawan-kawan distribusi juga tidak boleh kalah harusnya. Distribusi yang menjadi sumber duit perusahaan ini harusnya lebih efisien bergerak daripada kawan-kawan di pembangkit. Kenapa seperti itu? Di bidang distribusi sudah terbentuk rayon-rayon sehingga unit organisasinya lebih modular ketimbang di pembangkit yang kumpul jadi satu. Namun yang membuat kita lengah dengan kurang memikirkan efisiensi adalah kawan-kawan distribusi terlalu sibuk mengurusi kegiatan harian / operasional sehingga yang terjadi hanyalah kegiatan rutinitas yang terjadi.

Jelas EAM membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit untuk bidang distribusi. Yang harus dimulai oleh kawan-kawan distribusi adalah mulai inventarisir asset mereka , itu saja dulu sepertinya. Karena tidak mudah untuk mulai asset-asset kecil namun banyaknya luar biasa. Setidaknya bila mulai invetarisir trafo, kawan-kawan distribusi sudah dapat mengetahui berapa trafo yang harus dibeli untuk tahun berikutnya. Berapa trafo yang harus direkondisi tahun ini, yang harus dipelihara , harus diganti dan sebagainya.

Salah satu yang sudah dimulai oleh kawan-kawan distribusi adalah dimulainya implementasi aplikasi E-Map di Jawa Bali. Ini penting, dengan adanya aplikasi E-Map, paling tidak bila penerapannya konsisten adalah SAIDI-SAIFI mendekati akurat. Karena adanya aplikasi E-Map, program pemetaan jaringan lebih jelas, lebih terlihat. Beban per-section terlihat, jenis trafo dalam pelanggan tersebut, jaringan apa saja yang berada disitu, (A3C atau A3CS dsb) atau berapa section yang ada dalam jaringan tersebut. Salah satu keunggulan E-Map paling tidak membantu untuk pemetaan susut (losses) dengan diketahuinya ketidakseimbangan beban dalam jaringan tersebut.

Apa yang bisa kita lakukan dalam bidang SCADA ?

Sama saja, mulailah invetarisir asset. Asset apa saja yang SCADA punya. SCADA mungkin lebih terlihat supporting sistem untuk distribusi. Namun kalau benar-benar kehandalannya terlihat, apapun menjadi ketergantungan dengan SCADA. Ada beberapa rekan Area yang belum mulai mengoperasikan jaringannya bila SCADA-nya belum siap. Nah ini kesempatan yang bagus untuk bidang SCADA menonjolkan dirinya bahwa mereka sudah membutuhkan APD.

Bagaimanapun juga SCADA adalah tulang punggung operasi distribusi. Siapa juga yang mau terus-terusan menggunakan sistem manual yang harus didatangi peralatannya. Sayangnya SCADA belum mampu menjawab tantangan tersebut. Untuk mengetahui berapa penyulang yang sudah terintegrasi masih harus cari sana – sini, berapa penyulang yang memakai SCADA ROPO / Survalent masih harus diinventarisir. Padahal itu adalah dasar untuk menjawab tantangan kedepan.

Bagaimana harus merencanakan asset pemeliharaan  atau rencana integrasi kedepan kalau data tersebut masih ruwet sana sini. Padahal sebenarnya dibandingkan kawan-kawan Area, Asset SCADA sepintas tidak terlalu banyak diinventarisir dibandingkan kawan-kawan Area yang berada di Jaringan. Kalau pola seperti ini terus dipertahankan, bukan tidak mungkin pola-pola pemeliharaan akan menjadi sembrono dan tidak tertata. Ini jelas tidak bagus, dengan perencanaan yang bagus dan tertata, hasil kerja kawan-kawan jelas terlihat bukan asal bos senang atau asal SIMKP tercapai.

Pentingnya EAM ini harus dimulai dari mindset dari kawan-kawan sendiri. Bagaimana sense of belonging (rasa kepemilikan) kawan-kawan terhadap alat yang diberi oleh PLN. Saya meyakini kalau sense of belonging itu sudah ada, tidur berbulan-bulan dengan peralatan tersebut juga tidak masalah. Hehehe bercanda. Sense of belonging dimulai dengan menjaga asset yang diberi / diamanahi oleh perusahaan. Sederhana saja mulainya, mulailah inventarisir!

Saya yakin dengan mulai inventarisir, paling tidak 10% prediksi gangguan sudah ketahuan dan kawan-kawan pasti sudah mulai membuat rencana jadwal perbaikan. Betul tidak? Memang tidak mudah, namun kalau tidak memulainya pasti jauh lebih sulit. Saya yakin kawan-kawan yang masuk PLN ini sudah pintar-pintar. Lulusan terbaik dari seluruh universitas terbaik berada disini, jadi kurang apalagi seharusnya dari perusahaan ini?

Beruntungnya saya waktu diklat kemarin bertemu dengan orang-orang pintar, walaupun sudah sepuh-sepuh kebanyakan namun mengagumkan sekali pengalamannya. Inilah kawan-kawan yang masih muda harus mengambil pengalamannya. Kawan-kawan yang sepuh pun juga jangan segan membagi ilmu, kenapa? Karena yang membiayai pensiunan kawan-kawan yang sepuh juga dari kawan-kawan yang muda. Inilah pesan Pak Tjatur kemarin.

Ayo, mulailah jangan bersikap pesimis dengan perusahaan ini. Setidaknya masih banyak orang baik, hal-hal baik, pekerjaan yang baik yang masih perusahaan ini sanggup berikan atau setidaknya anda-lah yang memulai dulu dengan menyebar banyak kebaikan.

you have to choose and never regret it.

Di kantor saya sekarang kedatangan sekitar 20 orang siswa magang-magang yang berasal dari Universitas Diponegoro. Perusahaan kami menganggapnya masih sebagai siswa karena terhitung juga bukan sebagai OJT. OJT ditempat kami berbeda dengan siswa magang, karena siswa magang ini nantinya masih harus mengambil topik Tugas Akhir di tempat unit kami bekerja. 20 orang tersebut dibagi menjadi 4 kelompok, dimana setiap harinya setiap kelompok harus melakukan rolling di masing-masing bagian. Kebetulan di unit kami, ada 4 bagian yaitu Operasi Sistem Distribusi, SCADA & Telekomunikasi , Keuangan dan Administrasi serta Elektromagnetik 20 kV.

Setiap kedatangan kelompok-kelompok tersebut, saya selalu mengajak berdiskusi mencoba berkenalan lebih jauh tentang keseharian mereka di kampus, apa prestasi yang sudah pernah mereka raih, kebanggan apa saja yang sudah mereka dapat dan masih banyak lagi tentang masa-masa kecilnya. Dari situ saya mengetahui siswa-siswa itu ternyata mempunyai prestasi yang sangat bagus, ada yang pernah juara taekwondo se Jawa Tengah, juara badminton, jago pemrograman PLC dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebut satu-satu.

Diakhir setiap perbincangan diskusi, saya mencoba selalu memberikan motivasi untuk tetap semangat dan jangan menyerah, apapun nanti pada bagian yang temen-temen masuki jangan pernah mengeluh dan menyesal bahwa perusahaan sepertinya salah menempatkan siswa-siswa tersebut.

Begini,

Setiap tindakan yang sudah kita lakukan pasti Tuhan sudah memberikan lampu hijau bahwa “kejadian” ini boleh terlaksana. Maksudnya katakanlah saya masuk Perusahaan inipun, Tuhan sudah memberikan restunya bukan untuk menjadikan saya bekerja disini. Salah seorang siswa menanyakan pada saya, apakah mas sudah yakin akan pilihan saya untuk bekerja di PLN ?

Saya bilang saat ini ya, hanya saat ini tapi saya tidak tahu pada kemudian hari, saya menemukan tantangan ditempat lain. Dunia terus berputar ya, tidak mungkin saya bertahan terus pada satu titik. I keep my life challenged , dengan motto hidup saya seperti itu, saya merasa tidak boleh berhenti pada satu titik yang menyebabkan saya mundur, tidak itu tidak boleh. Setiap manusia yang ditugaskan di dunia ini, saya yakin Tuhan sudah mengutus kita seharusnya untuk terus maju dan berkembang. Itulah kenapa manusia dianugrahkan otak, dan ditempatkan dalam kasta teratas dalam piramida makhluk hidup.

Dulu sebelum masuk perusahaan ini, saya selalu terpikir apakah perusahaan ini nantinya yang akan membuat saya berkembang?, saya terus menanyakan kesungguhan diri saya apakah perusahaan ini passion saya? dan ternyata memang benar, Tuhan mengutus saya pada tempat yang benar. Untuk mengamini pilihan saya ini benar, saya hanya memutuskan dua hal.

Pertama, saya harus menceburkan diri. Saya encouraged diri saya untuk tetap membangkitkan rasa penasaran. Kalau perasaan rasa penasaran itu berhenti, akhirnya saya kehilangan passion saya. Kalau saya kehilangan passion saya berarti saya kehilangan rasa bersyukur. Itu tidak boleh dan jangan sampai terjadi.

Saya membaca buku Billy Boen dalam Young On Top, Rule #1 ketika anda memasuki dunia kompetisi ini adalah “Do what you love, Love what you do”,  itulah kenapa saya pada akhirnya memaksa, mempush diri saya untuk menyukai hingga pada akhirnya passion itu timbul. Passion itulah yang menggerakan kita menjadi semangat apapun sehingga apapun yang menjadi halangan ataupun rintangan itupun pada akhirnya mengecil dan takut karena semangat kita.

Kedua, jangan pernah menyesal dengan pilihanmu. Ini penting sekali agar saya tidak terlena dengan keberhasilan yang sudah terjadi. Bahwa keberhasilan yang sudah terjadi, itu sudah terjadi. Keberhasilan yang sudah terjadi seharusnya dijadikan acuan / titik pondasi bahwa itu adalah saya harus bekerja lebih dari keberhasilan kemarin. Menyesal adalah mengeluh, dan mengeluh itu artinya tanda tak mampu. Apakah dibenarkan kalau belum dihadapi saja sudah tak mampu?

Pada akhirnya Tuhan tidak mungkin salah menempatkan pilihannya. Manusia hanya mengerti parsialnya, bukan keseluruhan dari perjalanan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, janganlah lupa bersyukur, syukuri bahwa kita masih punya pekerjaan yang halal, syukuri bahwa ada orang-orang baik yang masih menyayangi kita, syukuri bahwa kita tidak pernah sendiri dalam kehidupan dan yang paling dasar syukuri bahwa kita masih diberikan nafas dari Yang Maha Kuasa.

-Angga Rajasa-

[Traveling] Singapore, Chinatown

Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di negeri orang. Kesampaian juga pada akhirnya saya jelajah satu negeri Asia Tenggara. Saya sendiri awalnya ingin ke Vietnam, sedangkan cari partner traveling yang sepaham saat ini susah. Singapore pun sebenarnya saya juga ikut dadakan, karena rekan-rekan kantor ada rencana juga kesana. Ya sudah gabung saja. Anyway saya cowok sendiri dalam perjalanan kali ini. *kesannya kayak bodyguard semua orang*

Marina Bay Sands background

Oke saya menginap di daerah Chinatown. Kami berempat menginap di Beary Good Hostel. Satu hostel cuma beda lantai. Saya berada di lantai 3 sedangkan cewek-cewek berada di lantai 2. Hostel ini tidak membedakan cowok-cewek per lantai jadi pada intinya satu lantai bisa aja ada cowok-cewek dan semua berkemungkinan untuk bertemu dengan wisatawan berbagai macam negara. Untuk ukuran tarifnya seingat saya 16 SGD per malam atau sekitar 150 ribu.

Daerah chinatown juga termasuk salah satu destinasi wisata bagi yang ingin mengunjungi Singapura. Selain chinatown ada juga little India maupun Kampung Bugis yang juga menjajakan semacam pasar-pasar tradisional. Bedanya kalau di Chinatown agak susah juga mendapatkan makanan yang halal. Kami memilih Bearg Good Hostel karena dekat sekali dekat dengan MRT Chinatown, jadi ya begitu keluar masuk hostel langsung bisa masuk MRT Station sehingga kami lebih irit untuk masalah transportasi. 😀

Chinatown MRT Station

Eniwei, pasar di Chinatown sendiri tutup sekitar jam 10an waktu setempat. Jangan tanya kalau malam disini berubah jadi apa, jadi semacam tempat pesta bir dan segala macam barang alkohol lainnya dan memang pada akhirnya wisatawan macam bule bule lebih banyak terlihat di tempat ini daripada di tempat lain. Mostly barang disini susah ditawar dan setelah membanding2kan dengan daerah lain seperti Kampung Bugis maupun Little India sudah termasuk murah (walaupun sedikit).

Chinatown Market

Anyhow, salah satu tempat yang wajib dikunjungi dari Chinatown adalah Buddha Tooth Relic Temple. Tempat ini adalah semacam vihara bagi umat Budha jadi saya sebetulnya tidak kaget kalau ada semacam Vihara disini. Letaknya persis di depan mall, bukan mall sih lebih tepatnya kayak pasar tapi berada di dalam gedung yang gede. Nah bagi anda yang pecinta makanan daerah Timur (pecinan) mungkin disini tempatnya.

Saya mencari makan siang disini bersama rekan-rekan tapi tidak menemukan satu pun makanan yang cocok di lidah orang Indonesia. Sedih rasanya seperti ingin pulang kampung lagi hahaha. Oh ya meski semacam foodcourt gitu ya, tapi tempatnya bersih. Tidak jorok seperti foodcourt di Indonesia. Remember ini bukan kelas mall. Pemerintah Singapura memang begitu, selalu tegas terhadap aturan yang dibuatnya. Bayangkan ketahuan meludah saja, Anda bisa didenda 500 SGD dan kalau dirupiahkan bisa mencapai 3,5 jeti rupiah.

Buddha Tooth Relic Temple

Foodcourt Chinatown

Selain skycrapper di Marlina Bay Sands, pemandangan bagus pada malam hari juga terjadi di Chinatown. Perpaduan unsur warna merah dan emas merupakan lambang keberanian dan kejayaan bagi orang keturunan Tionghoa. Lampion-lampion termasuk salah satu obyek fotografi yang sangat bagus diabadikan.

Lampion di Chinatown

Saya membeli oleh-oleh buat sanak saudara yang ada di rumah maupun di kantor juga di Chinatown. Anda bisa membeli gantungan kunci khas Singapore dengan harga 10 SGD anda sudah mendapatkan 10 biji dan kaus-kaus ala Singapore untuk harga yang sama anda bisa mendapatkan 3 biji. Saya sarankan selagi anda punya waktu di Singapore, sempatkan lah berkunjung ke Chinatown kalau anda ingin merasakan bagaimana nuansa China ala Singapore. Happy Traveling

[Kerja] Sesi Curhat!

Postingan kali ini menggunakan banyak kata lo-gue dan lo-gue jadi mohon maaf ya ala surabaya saya sekarang akan hilang sesaat pada postingan kali ini.

Eniwei tahun ini akan menjadi tahun yang berat rupanya bagi seksi kami. Tahun ini semua proses pekerjaan yang manual-manual akan dijadikan satu sistem aplikasi yang terintegrasi. Semua permintaan bagian mulai masuk diproses untuk di-IT-kan, istilahnya jadi satu sistem yang bisa mengukur kinerja pegawai.

Gue setuju dengan ide-ide manajemen dengan perubahan sistem ini. Buat gue, suatu proses yang membikin effort lebih lama dan memakan waktu itu sama aja dengan wasting time artinya pegawai jadi nggak punya ruang untuk pengembangan diri karena terlalu disibukkan dengan proses-proses yang masih manual. Terus terang gue sendiri secara pribadi membenci hal-hal yang sama dilakukan secara berulang tiap hari lagi. Gimana nggak mampus coba kalo kayak gitu, bakalan mati garing dan gue jamin otak-otak pegawai akan hanya muter dari titik A ke titik B. Cukup

Gue udah ajuin dari semester lalu bagaimana satu proses harus dimigrasikan ke dalam sistem sayangnya waktu itu manajemen belum mendukung sepenuhnya dengan rencana gue. Oke gue nggak masalah tapi setidaknya dalam satu sub-bagian kecil yang ada dalam pekerjaan saya, harus berbasis IT dan anyhow supervisor saya setuju. Inilah yang gue sebut dengan kendala dalam bidang IT. Satu aplikasi kalo nggak ada dukungan dari atasan, nggak bakalan roll-out meski aplikasi yang lo semua bikin itu bikin lo gulung-gulung dari sabang sampek merauke.

Ini serius, gue pernah propose beberapa proses yang seharusnya dijadikan, sayang asisten manajer yang lama gue nggak support dan sepertinya kurang memberikan attention dan hanya beberapa yang diapprove dan itupun yang kecil-kecil. Anyhow gue juga nggak kecil hati dan waktu itu gue ajuin satu sistem yang bisa mengukur kinerja gangguan yang ditangani, berapa waktu perbaikan ticket, eskalasi ticket dan semacamnya. Gue ajuin ke supervisor gue dengan alasan yang berdasar dan tepat sasaran dan akhirnya setuju. Voila!

Sekarang, asisten manajer gue baru seminggu jalan. Beliau mendukung penuh untuk sosialisasi sistem ini. Gue dan supervisor gue seneng. Ini yang akhirnya gue tunggu-tunggu untuk dapet dukungan seperti ini. Gue cuma pengin suatu saat ketika gue pergi dari unit ini atau PLN, gue bisa meninggalkan sesuatu yang manfaat bagi orang banyak. Jangan sampek ketika gue pergi, gue dikenang sebagai orang yang biasa-biasa aja. Enggak, hidup itu harus bermanfaat bagi semua orang, meski peran itu kecil tapi seenggak2nya jangan jadi orang yang biasa lah ya.

Kalo bisa jadi orang yang hebat, kenapa jadi yang biasa. Buat gue, sesuatu yang menghalangi tujuan/impian itu cuma diri sendiri yaitu kesungguhanmu.