[Kerja] Berbenah dan Kepercayaan

Sementara saat menulis tulisan ini, saya dilanda sakit perut selama 5 hari berturut-turut. Entah saya salah makan atau mungkin tanda-tanda akan sakit, berulang kali saya harus mengunjungi kamar kecil dan bahkan hari jumat saya mencetak rekor dengan keluar masuk sebanyak 6 kali. Ini adalah diare terparah yang saya alami, biasanya hanya berlangsung satu atau dua hari langsung sembuh. Saya memutuskan untuk pulang ke rumah Surabaya dan mengambil cuti 1 hari di hari senin. Saya merasa inilah waktu yang tepat bagi saya untuk memulihkan jiwa dan badan saya. Saya enggak mau pekerjaan mengendalikan saya, justru sebaliknya saya lah yang menentukan dan mengendalikannya.

Sisi baiknya dari sakit diare ini, kemarin kamis saya berada di Yogyakarta untuk membicarakan mengenai Migrasi Sistem SCADA bersama-sama dengan rekan-rekan Area Yogyakarta. Saya kagum dengan manajer Area Yogyakarta, Bapak Subuh Isnandi, beliau ini kelihatan sekali dari matanya sangat ambisius dan tipikal orang yang nggak mudah menyerah. Sangat berbeda dengan manajer-manajer area lainnya bahkan manajer senior sekalipun yang ada di Kantor Wilayah. Sorot mata seseorang yang sangat ambisius dan auranya kepemimpinannya sangat terlihat sekali. Pak Subuh mirip terlihat seperti Pak Dahlan Iskan, santai tapi terlihat serius dan penuh ambisi.

Rapat kemarin membahas tentang rencana pemindahan operasi jaringan 20 kV mutlak ke tangan kantor unit saya, APD Semarang. Buat saya ini adalah terobosan baru dengan memotong jalur waktu segementasi pemulihan gangguan. Sebelumnya untuk memulihkan jaringan, petugas yantek menghubungi petugas area, yang selanjutnya petugas area menghubungi petugas APD. Nantinya tidak ada lagi petugas area dan langsung petugas yantek menghubungi dengan petugas APD dengan petugas area hanya sebagai pengawas. Dengan model operasi seperti ini, maka area Yogyakarta mirip seperti area Bali yang sudah lama diagun-agungkan Kantor Pusat sebagai role model untuk sisi Distribusi. Area Yogyakarta pun demikian, dengan akhir 2015 mereka bermimpi mengalahkan Bali. Luar biasa bukan terobosoan dari Pak Subuh?

Kami dari APD diberikan kepercayaan penuh untuk mengurusi Keypoint 20 kV (LBS/Recloser) artinya mutlak mereka sudah tidak mengurusi tetek bengek per-SCADA-an di area mereka. Petugas area lebih akan sibuk mengurusi perkuatan jaringan dan trafo distribusi serta penambahan pelanggan baru. Ini adalah kepercayaan yang sangat mahal sekali buat APD. APD Semarang yang lahirnya belakangan di antara para APD lain mendapatkan kepercayaan mahal dan mutlak ini harus kita jaga sepenuhnya.

Selain itu juga dibahas mengenai pembangunan Server SCADA baru di Area Yogyakarta, dengan demikian akan terjadi pemisahan beberapa SCADA Gardu Induk dan Keypoint ke Area Yogyakarta. Hal ini bagus, mengingat beban server di Semarang sudah mendekati titik jenuh dan dikhawatirkan sering lagging meski sebenarnya itu terjadi sekali dalam setahun.

Kami sudah menunggu kesempatan ini, kesempatan untuk juga memperkuat sistem SCADA hingga menyamai dengan SCADA di Bali dan juga Jawa Timur yang baru membangun empat server secara redundant. Keoptimisan kami makin bertambah menyusul hadirnya bu Arsyadhany, eks Asman SCADA & Tel APD Bali,  sebagai Asman SCADA & Tel APD Jawa Tengah dan DIY. Semoga pengalaman-pengalaman beliau ini bisa ditularkan kepada rekan-rekan APD Jateng.

Saya optimis program di Area Yogyakarta ini akan berhasil dan bahkan tidak menutup kemungkinan area lain menyusul juga. 2 Area yang akan menyusul setelah melihat keberhasilan Yogyakarta adalah Area Surakarta dan Area Semarang. Dengan nantinya 3 Area yang menjadi lumbung pendapatan di Jateng dan DIY yang sudah diperkuat program jaringan distribusi, saya optimis Wilayah Distribusi Jawa Tengah DIY akan lebih maju bahkan bisa menantang langsung dengan Jawa Timur dan Jawa Barat dari sisi pendapatan.

[Story] Kebetulan?

Saya belum membuat resolusi apapun tahun ini dan belum jelas merencanakan apa target terbesar saya tahun ini. Ketika orang lain sudah membuat ini itu, saya malah santai belum melakukan pergerakan apapun untuk membuat pondasi target dari tahun ini. Bukan karena saya malas merencanakan, dari target yang tercapai tahun lalu hanya separuh kurang yang tercapai, ini jelas nggak baik. Target tahun lalu sudah kebanyakan terlalu jauh untuk dicapai, sepertinya nggak sesuai SWOT saya.

Good Resolution!

Tahun 2012,  saya akan merencanakan sedikit realistis dengan benar tentang apa kelebihan kekurangan saya. Bukan apa-apa, ini penting agar setiap target yang direncanakan itu tercapai. TERCAPAI. titik.  dan rasanya memang lebih puas ya kalau memang target itu tercapai dengan tangan sendiri, rasanya sesuatu banget. hahaha.

—, ganti topik

Eniwei, dalam minggu pertama tahun 2012 saya sudah mendapatkan 2 kejutan. Dalam seminggu pertama sudah ada 2 Surat Keputusan dari Manajer saya tentang pengangkatan saya menjadi anggota dalam 2 tim yang berbeda.

Pertama, SK tentang pengangkatan saya sebagai anggota tim Auditor Internal Pengadaan Barang dan Jasa. Setiap kantor unit di PLN berhak mengadakan pengadaan sendiri-sendiri sesuai dengan anggaran yang telah disediakan Kantor Induk, nah setelah pekerjaan selesai dan kontrak berakhir baru diadakan pemeriksaan apakah pekerjaan pengadaan barang dan jasa tersebut benar-benar sudah sesuai dengan kontrak atau tidak. Menurut saya ini jelas pekerjaan yang membutuhkan integritas yang tinggi. Menjadi auditor saya kira sudah umum ya dengan adanya suap dan gratifikasi, disinilah kejujuran sebagai pegawai memang diuji.

Being Auditor

Kedua, SK tentang pengangkatan saya sebagai anggota tim SHE ( Safety, Health and Environment ). PLN sedang gencar-gencarnya membangun manajemen K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), rencananya tahun depan , 2013, PLN akan mulai roll-out melaksanakan SHE secara total. Kalau aku bilang sebenarnya sudah terlambat karena PLN baru roll-out secara nasional karena perusahaan sebesar apapun kalau operasional harus mendapatkan sertifikat layak operasional dari tim SHE itu sendiri. Honestly, dan memang untuk SHE di perusahaan PLN ini memang rendah sekali kesadarannya. Coba temen-temen liat, apakah petugas yang naik di tiang listrik sudahkah pakai helm dan sabuk pengaman? jarang sekali kan? nah untuk itu, dari sini akan menggugah kesadaran temen-temen untuk lebih safety dalam bekerja. Sayang kan kalau nyawa dipertaruhkan karena kesadaran akan keselamatannya sendiri tidak diperhatikan?

Safety Health Environment

Kebetulan?

Ah saya yakin manajemen pasti memang sudah memilih orang yang tepat untuk bergabung dalam tim. Kalaupun dari sisi kompetensi memang belum mumpuni, saya percaya manajemen menaruh harapan bagi saya yang baru dalam bidang itu untuk belajar. Untuk mendapatkan kepercayaan itu nggak segampang membalik telapak tangan, nggak segampang ndapetin upil di hidung atau ketokin kuku yang panjang-panjang. Kepercayaan itu dibangun karena konsistensi hasil kinerja yang baik juga karena terus memperlihatkan kemauan untuk belajar hal yang baru.

Trust

Jadi apakah kepercayaan itu didapatkan dari kebetulan?

Jadi apakah semua yang ada di dunia ini kebetulan?

Saya jadi teringat salah satu pepatah yaitu kebetulan (Keberuntungan) didapatkan antara pertemuan yang seimbang antara kerja keras dengan memanfaatkan kesempatan yang ada. Setuju?

Have a nice nite all!

[Story] Kualat yang berbuah menjadi jatuh hati [2]

Akhirnya jawaban itu ketemu juga, kenapa saya ditempatkan di kantor cabang ini. Mentor saya yang posisinya juga sekaligus atasan (Assistant Manajer) saya meminta saya untuk mengelola database Historical SCADA. Database yang dimaksud disini adalah database Sequence of Event (Urutan Kejadian) dan data metering meliputi beban, tegangan, daya reaktif, daya nyata. Setelah berdiskusi cukup panjang, beliau meminta untuk data tersebut diolah sehingga orang lain non distribusi bisa memanfaatkan data tersebut. Kebetulan sekali, semua Gardu Induk di Jawa Tengah dan DIY sudah ter-SCADA sehingga urutan kejadian dari setiap peralatan bisa diketahui.

Sayangnya karena setiap masing-masing kantor cabang memakai sistem SCADA yang berbeda otomatis RDBMS yang berbeda pula. Ada yang memakai MySQL ada pula yang memakai Oracle. Inilah tantangannya, kedepan kedua sistem tersebut harus bisa bersatu sehingga tidak terpisah. Saya menyanggupi akan membuat konsep Data Center-nya. Inilah tantangannya, belum ada unit APD (Area Pengatur Distribusi) se Indonesia Raya bisa membuatkan sistem tersebut menjadi satu dan saya akan menerobosnya nanti. Dan inilah salah satu produk yang sudah saya kerjakan, yaitu membuat suatu tools untuk memantau sistem elektrifikasi jawa tengah secara online via Internet

Dashboard Outgoing Feeder

Anda bisa mengaksesnya di : http://www.jateng.pln.co.id:8080/status_feeder. Username : pln, Password : pln. Aplikasi ini sudah dipakai sebagai aplikasi pembantu Call Center PLN untuk lokalisir gangguan. Padahal niatnya aplikasi ini untuk manajemen atas memantau sistem. tapi kalau dipakai di Call Center PLN ya syukur Alhamdulillah.

Continue reading

[Story] Langsung Ujian!

Akhirnya kembali lagi ke Udiklat Semarang juga…..

Udiklat Semarang

Udiklat Semarang

Tapi kali ini bukan sebagai siswa diklat, langsung menjadi peserta ujian kompetensi !. Biasanya ujian kompetensi dilaksanakan setelah peserta diklat apakah sudah memahami dan menyerap materi diklat sudah baik atau belum. Sekarang pada posisi saya kebalik, saya tidak diajar tapi langsung menjadi peserta ujian dan yang membuat makin sesek pada pelajaran kali ini adalah ujian Operasi Jaringan Tegangan Menengah tanpa SCADA.

Sejujurnya materi ujian kali ini lebih gampang kalau ditujukan kepada rekan-rekan pengendali sistem jaringan tegangan menengah. Kebetulan peserta dari SCADA dan Gardu Induk diikutkan sehingga mau tidak mau harus belajar manuver jaringan tegangan menengah. Pekerjaan saya sehari-hari ada hubungannya dengan jaringan tegangan menengah, tapi mengenai strategi pemadaman, strategi penormalan sistem, pelacakan gangguan jaringan tegangan menengah (JTM), semua yang tahu adalah rekan-rekan Dispatcher.

Tak apalah anggap aja ini sebagai proses belajar. Hehehe

So here’s the good things, for participating this exam

Continue reading

[Story] Kualat yang berbuah menjadi jatuh hati [1]

Jangan pernah mengatakan tidak suka pada sesuatu barang, karena pada akhirnya itu akan menjadi push back ke kamu.

Percayalah dengan kalimat itu karena sebenarnya saya sudah mengalami 2 kali dan sebenarnya begitu ucapan tidak suka diucapkan biasanya akan menjadi buah simalakama.  Ketika akhirnya Tuhan menghadapkan barang yang kamu tidak suka, maka sebenarnya Tuhan tahu itulah yang akan menjadi jalanmu. Ya seperti sinetron FTV, yang modelnya banyak yang nggak suka pada cewek berkacamata dan berponi, aktor laki-laki ganteng dan gagah pada akhirnya juga jatuh hati kan?

Cerita kali ini tentang pekerjaan saya, tentang dimana yang sebenarnya saya dulu juga nggak suka tapi berbuah menjadi barang penasaran yang nggak ada habisnya untuk digali-gali ilmunya dan terus menjadikan saya jatuh hati. Ini adalah cerita tentang SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). Secara sederhana SCADA yang dimaksud dalam bidang industri kelistrikan adalah dapat melakukan kontrol jarak jauh suatu alat untuk melakukan manuver (pemadaman) atau penormalan listrik. Secara sederhana juga apabila ada gangguan listrik, langsung dapat termonitor di ruang Control Center dimana bisa memantau kondisi sistem secara keseluruhan.

SCADA

Flashback begin….

Continue reading

[Hiking][Seven Summit] Gunung Lawu. The Endless Story

Endless Story.

Pendakian Gunung Lawu ini bukan merupakan yang terakhir bagi kami. Bagi kami, 7 gunung di Jawa Tengah harus dicapai dan berbekal keinginan dan kekuatan serta restu Yang Maha Kuasa, kami bisa mencapainya. Kerinduan kami akan keindahan serta naturalnya pemandangan, selalu dan terus membawa kami akan puncak dari masing-masing Gunung di Seven Summit. Dan keindahan itu……. harganya tidak bisa dinilai dengan uang sekalipun.

Tears of the Sun

Spark of the Sun

Kepalkan tanganmu kawan, dan kau memang berhak memperolehnya. Kemenangan sejati lahir dari mereka yang berhasil mengalahkan kelemahan dirinya sendiri…

Angga Rajasa

Continue reading

[Hiking][Seven Summit] Gunung Lawu #3

Do you feel cold and lost in desperation you build up hope,
but failure’s all you’ve known remember
all the sadness and frustration and let it go, let it go.

Sepenggal lirik dari lagu Iridescent – Linkin Park

Perjalanan jauh kami dengan total kurang lebih 8 kilometer yang hampir enggak ada bonus track hampir mencapai titik klimaks. Perjalanan kami diakhiri dengan menginap depan rumah seng di depan pas Hargo Dalem. Kebetulan di Gunung Lawu, umumnya sudah disediakan semacam rumah-rumah seng dengan isinya jerami dan memang sudah disediakan kepada para pendaki yang ingin melepas penat sehabis perjalanan panjang. Kalau anda mendaki pada malam 1 suro, sudah jelas sekali pada malam tersebut, Anda tidak akan kebagian rumah seng dan siap-siap titik suhu dibawah 0 dan angin kencang akan menghantam tenda. Unless Anda sudah terbiasa mendaki ya.

Rumah Seng Hargo Dalem

Rumah Seng ini sengaja disediakan untuk para pendaki-pendaki yang ingin mencari penginapan. Tempatnya lebih hangat dan yang pasti lebih tahan angin dan memang benar adanya, sore hari selepas kami mendaki, terjadi angin kencang yang menghembus di pundak Hargo Dumilah dan untungnya di Hargo Dalem yang lebih “lembah” daerahnya masih tertutup lereng. Tim Seven Summit memutuskan untuk tidak segera melakukan Summit Attack selain dikarenakan cuaca yang kurang mendukung, fisik tim Seven Summit belum cukup untuk puncak dan kami semua akhirnya beristirahat di dalam rumah seng.

Continue reading