[Traveling] Kuala Lumpur – KLCC Park

Jadi ceritanya ini sebenarnya bukanlah traveling beneran yang harus menguras isi dompet. Inilah pertama kalinya perusahaan memberangkatkan saya ke luar negeri. Nggak jauh jauh amat, ke negeri seberang aja. Ke tempat nya Negara Upin dan Ipin atau Pak Cik juga boleh. Lumayan kan bisa jalan-jalan melihat ibukota negeri seberang. hehehe. Sialnya saya nggak punya banyak waktu untuk menjajah waktu kesana kemari di negeri orang, tapi at least lah ya itu sebanding dengan “tidak mengeluarkan uang” untuk keluar negeri hehehe 😀

Btw sih, sebenarnya ke negeri seberang dalam rangka training untuk mencanggihkan ilmu SCADA dan karena waktu lebih banyak untuk belajar *ciee* jadi ya nggak sempat untuk wira wiri, tapi at least dari negeri seberang ini, bisa melihat gimana budaya negeri seberang. Eniwei, untuk cerita traveling kali ini cuma sempet ke KLCC park, sebenernya juga sempet juga ke Petaling Street.

DSC_0591

As my life goes on, saya belum menemukan taman segede ini di kota besar manapun di Indonesia, *kalau ada kasih tau saya ya*. Tempatnya sangat comfy sekali untuk duduk duduk santai menikmati pemandangan sambil membaca buku di siang hari atau sekedear melepas penat lelah dari pekerjaan sambil liat yang ijo-ijo di seputar pencakar langit memutari taman.

Anyway, KLCC Park berada di pusat jantung kota Kuala Lumpur, asik banget gitu ya kalau pas di tengah-tengah kota besar itu ada taman yang gede , luas dan seger ijo terpampang di depan mata. Lebih asiknya lagi, pemandangan Menara Petronas emang spektakuler sekali menjulang di tengah-tengah kota. Kalau anda kiranya berada di KLCC Park sempatkan untuk bisa naik ke Menara Petronas yang sampai ke ujung. Saya sendiri pas kesana belum sempet ke ujung menara, *hiks*

DSC_0597

Selain itu anda juga bisa mampir mall paling terkenal di Kuala Lumpur yaitu Suria KLCC dimana terletak di sebelah pas Petronas Tower yang sebenarnya saling terhubung gedung gedung di Kuala Lumpur. Suria KLCC lengkap ada segala macam merk-merk terkenal yang sudah mendunia, tapi sejalan dengan itu juga kiranya harga barang di mall tersebut bukan ukuran murah untuk kelas pekerja macam kita kita ini. hehehe tapi kalau sekedar ingin tahu ada ada apa aja di Suria KLCC boleh mampir lah pak cik.

Suria KLCC

Suria KLCC

Di depan mall Suria KLCC ada taman air mancur yang kalau dinikmatin siang siang, hmmm menggugah selera untuk tidur apalagi kalau sambil baca-baca buku di kursi taman disana. Kalau malam bagus banget, air mancurnya bahkan bisa berwarna-warni dan lebih pas lagi kalau mbawa pasangan disana. bisa jadi itu merupakan heaven saudara! hehe dan lebih bagusnya lagi taman disini sangat bersih sekali, sekalipun membawa makanan itu boleh tapi kebiasaan orang-orang di tanah pak cik jauh lebih bagus dibanding kita.

KLCC Park Water Fountain

KLCC Park Water Fountain

Kalau mau membayangkan tamannya seperti apa secara keseluruhan serta kebersihannya, yuk mari kita simak foto-foto di bawah ini ya. Sungguh saya sangat iri punya taman segede gaban seperti ini di tengah kota! hiks! 😦

KLCC Park

KLCC Park

KLCC Park

KLCC Park

Water Fountain KLCC Park

Water Fountain KLCC Park

Skycrapper KLCC Park

Skycrapper KLCC Park

Kids Time

Kids Time

KLCC Park

KLCC Park

[Asal Tulis] Tidak Perlu Tertenduk Lesu Kawan,

Tidak perlu tertenduk lesu kawan.

Pertama-tama selamat kepada Malaysia. Saya dan sebagian besar penduduk Indonesia pastinya setuju, Upin dan Ipin bermain jauh lebih baik dalam pegelaran piala ini. Sebagai bangsa yang besar, seharusnya kita juga menunjukkan jiwa yang besar. Mengucapkan selamat kepada lawan yang sudah unggul kepada kita adalah tindakan yang sportif dan menurut saya itu adalah pemenang sejati dalam pertandingan.

Tidak perlu tertenduk lesu kawan.

Bahwa harapan itu masih ada. Permainan yang ditampilkan Indonesia malam ini sejujurnya terbaik dalam 4 tahun terakhir. Menurut saya, lebih baik ketika kita menjadi tuan rumah piala Asia 2007. Ketika kita mengalahkan Bahrain, permainan timnas kita beruntung. Timnas malam ini jauh lebih baik daripada itu dan saya yakin, kita mestinya bisa bermain lebih baik dan sempurna lagi.

Tidak perlu tertenduk lesu kawan.

Bahwa kekalahan akan mengajarkan kita pada proses pendewasaan kita. Proses pendewasaan agar kita terlatih menjadi seorang jawara. Bukankah seorang jawara harus melewati yang namanya terjatuh terlebih dahulu, baru kemudian menjadi pemenang? Malaysia lebih baik pada malam ini dan Malaysia lebih beruntung karena terjatuh lebih dahulu daripada kita. Tapi bukankah, proses pendewasaan tidak mengenal waktu? tidak ada kata terlambat untuk semua ini.

Tidak perlu tertenduk lesu kawan.

Kita masih punya penonton luar biasa, yang mau berkorban nyawa hanya untuk menonton timnas di stadion kebesaran kita? Penonton Malaysia mungkin sama hebohnya ketika mereka bertanding di kandangnya, tapi tahukah Stadion mereka hanya terisi 2/3 untuk pendukung Malaysia dan kita yang mengisi 1/3 nya. Bahwa kita masih bersyukur, selalu ada orang-orang yang mau mengorbankan sesuatu untuk melihat kita, melihat permainan kita. 80 ribu dan semua berwarna MERAH adalah pemain ke 12, mereka semua cuma mau satu, bahwa kita tidak akan pernah kalah di stadion kebanggan presiden pertama kita.

Tidak perlu tertenduk lesu kawan.

Iya tidak perlu lesu, penyesalan hanya akan menjadikan kita sebagai seorang pecundang. Yang tidak bisa memperbaiki diri dan mudah berputus asa. Kalian sudah menjadi pahlawan kami apapun hasilnya sebenarnya. Kalian sudah membangkitkan mimpi penduduk Indonesia, bahwa sebenarnya kita masih punya harapan. Bahwa kita adalah bangsa yang besar dan kita adalah calon JUARA BARU !.

Semangat Indonesia!,

 

Suporter si Merah !

Bahwa harapan itu masih ada 🙂

Alasan kenapa Indonesia kalah

ketika babak pertama saya tinggalkan skor masih 0-0, namun ketika melongok sebentar dan sudah terjadi 2-0 untuk Malaysia dan akhirnya ketembahan 1 gol Malaysia dari Safee. Voila, 3-0 untuk Malaysia. Saya salut dengan Malaysia yang begitu bagus memanfaatkan momen pertandingan pertama mereka di kandang sendiri. Ini yang tidak diwaspadai Indonesia, ketika Malaysia mencukur Vietnam pada putaran pertama lalu. Oke oke, ini berikut alasan (dari kacamata saya) kenapa Indonesia bisa kalah,

dari Fisik

Babak pertama saja saya sudah melihat Malaysia begitu pintar membaca strategi kita. Anda bisa lihat sendiri mereka mengumpan dari pucuk-pucuk pertahanan Indonesia. Mereka tahu, Zulkifly Syukur dan M. Nasuha rajin membantu serangan sehingga mereka lupa kembali bertahan. Babak pertama Malaysia memanfaatkan itu dengan baik, namun sayangnya stamina dan konsentrasi pemain kita masih bagus sehingga masih cukup untuk bertahan.Sesekali disambi dari serangan dari tengah melalui tendangan langsung.

Babak kedua, pemain kita mulai terlihat kehilangan stamina dan konsentrasi. Anda bisa lihat sendiri ketika kita melawan Uruguay waktu itu, babak pertama kita bagus bukan tapi tidak untuk babak kedua. Malaysia memanfaatkan ini dengan baik dan tahu bahwa sayap kita mulai kehabisan nafas. Coba anda lihat berapa kali Okto dan Ridwan terlambat membantu pertahanan? dan disitulah Indonesia mulai hancur, tusukan sayap Malaysia begitu mudahnya masuk ke pertahanan kita. Saya lihat bagaimana mungkin seorang bek kanan Malaysia menerobos ke tengah begitu saja tanpa pengawalan bek sayap kita dan terakhir gol dari Safee sepertinya memberikan validitas bahwa sayap kita rapuh babak kedua.

Continue reading