[Traveling] Escape from civilization : Ujung Genteng [2]

Hari sudah semakin malam saja dan kami semakin bingung mencari penginapan. Mobil kami terus menyusuri terus sepanjang bibir pantai. Yang kami temui hanya warung-warung kecil dan beberapa tempat pub dan karaoke yang dimana pasti ada… kupu kupu malam. Beberapa tempat penginapan yang kami kunjungi mengatakan penuh, dan setelah berdebat nggak penting dalam mobil, kami akhirnya menemukan penginapan. Yang penting bisa mandi dulu lah pokoknya! haha.

Sayang aku lupa sempat mengabadikan lokasi tempat penginapan, tempatnya seperti hostel dan cukup murah sih dengan harga sekitar 250.000 per malam / per kamar untuk 2 orang dengan kamar mandi dalam. Ukuran kamarnya sekitar 3 x 3. Mirip kos-kosan lah pokoknya!. Lokasi penginapan kami berada pas dengan bibir pantai jadi kalau malam bisa mendengarkan desiran ombak yang gmana gituu. Haha.

Tadinya kami mau ke tempat penangkaran penyu, yang berada di ujung barat pantai. Karena penangkaran penyu hanya bisa dilihat pada malam hari sedangkan kondisi mobil sepertinya sudah agak loyo, kami memutuskan untuk membatalkan acara penangkaran penyu sebagai gantinya kami melakukan gala dinner bersama, -_-“

Dinner di Ujung Genteng

Eniwei, itu makan malam sambil diterjang badai. Badai-nya dasyhat luar biasa abis. Karena tempat maka kami pas berada di bibir pantai jadi kerasa gimana gitu, untungnya karena kami sudah menambah bobot jadi masih stay aja di ground waktu ditiupin angin hahaha. Beruntungnya kami nggak ke lokasi penangkaran penyu karena kalo masih nekat kesana aja kesana siap-siap mobil dihajar habis sama angin. Ini foto waktu badai angin di pagi hari..

Continue reading