Dear Adventurer, Curug Benowo Lawe memanggil kamu!

Bagi kamu para jiwa petualang di Semarang, pasti kadang ngerasa KZL kan kalo tempat wisata di Semarang cuma gitu-gitu aja. Pasti kamu gemes rasanya pengen teriak ke para pemimpin di kota ini, duh kapan ya Semarang punya tempat wisata yang oke. Let me guess, cuma landmark Lawang Sewu dan Tugu Muda yang bisa kamu singgahi dalam waktu singkat kan di kota ini?. Simpanglima sih oke, tapi ya rame cuma pas di Minggu pagi aja.

Tenang, kali ini kamu bisa kok melakukan one day trip yang seru dan going back to nature banget. Sebetulnya lokasi ini mungkin udah familiar banget ya, tapi kalo kamu yang udah pernah mencoba, past akan seneng banget. Kapan lagi coba disapa barisan para kumbang, lutung kasarung. Apalagi bunyi suara gemericik air mengalir, suaranya emang gak pernah bohong, pasti seketika mood kamu berubah banget.

Disini kamu akan menemukan “rumah” kamu kembali. Tempat terbaik untuk segala kepenatan pikiranmu. ALAM

Ayo kita main sama alam lagi

Ayo kita main sama alam lagi

Bagi kamu para pecinta alam, disini segalanya komplit. Jalan yang penuh mendaki ada, sungai yang mengalir deras ada, jalanan licin bebatuan ada, berjalan di sebelah jurang ada, suara nyanyian hutan ada juga. Jadi disini tempat kembali menemukan “rumah”mu lagi, ya apalagi kalau bukan ALAM. Suasananya yang jauh dari polusi kota, jauh dari keberisikan kota, jauh dari apapun yang menganggu aktivitas kerja selama kamu di kota. Alam memang gak pernah boong ya, dia selalu tau caranya untuk membuat pikiran kembali tenang sama relaks. Seperti Rumah kan?

Semuanya bersih, meskipun tempatnya rame tapi amazingnya tempatnya masih suci perawan banget

Tempatnya masih suci banget

Tempatnya masih suci banget

Yang bikin makin kagum dari tempat ini, tempatnya bersih banget!. Aku hampir nggak menemukan botol plastik minuman kececeran di kiri kanan sepanjang menuju air terjun lho. ini serius pake banget. Jadi kelestarian tempat ini bener-bener dijaga. Selalu disediakan tempat sampah sepanjang perjalanan menuju air terjun jadi kalau kamu ngaku pecinta alam, jagalah alam kamu dengan baik. Pulanglah dengan membawa sampah di alam, kalau alam bersih kamu pasti ikut senang kan?.

Jangan pernah mengira, menggapai air terjun disini gampang banget. BIG NO!. Yang ada kamu akan diuji keimanan serta ketabahanmu

Sebelahmu itu JURANG BRO

Sebelahmu itu JURANG BRO

Kalau kamu mengira, air terjun di tempat ini akan digapai dengan mudah, well yeah kamu akan salah besar bro/sis!. Untuk mencapai salah satu air terjunnya aja, butuh waktu sekitar hampir 2 jam kesana. Setengahnya emang landai dengan sisi sebelah kamu adalah JURANG dan setelah menemukan pintu air, disana akan terbagi tempatnya. Kalau kamu ambil kiri maka kamu akan sampai di Curug Benowo, kalau ke kanan ya ke Curug Lawe. Eits, tapi siapa bilang keduanya dicumbu dengan mudah? enggak ada. Kamu kudu kuat serta tabah, karena kesana kamu perlu mendaki bebatuan yang licin dan perlu hati-hati banget supaya kamu nggak terpeleset.

Tapi BRO, Semuanya akan terasa impas kalau udah bisa KAYAK GINI kan?

Hello Curug Benowo!

Hello Curug Benowo!

Mau kamu ambil Curug Benowo atau Curug Lawe dulu, gak masalah kok!. Karena ada jalan pintas untuk kedua Curug tersebut. Jadi daripada kamu ambil memutar ke titik pintu air tadi, lebih baik ambilah jalan pintas tadi untuk menuju ke Curug manapun yang kamu mau. Enggak sulit kok, ndaki ndaki kecil dan semua jalurnya juga udah jelas. Jangan kawatir kamu bakalan tersesat disana. Selama kamu nggak sampai malam, masih ramai kok tempatnya.

Anyway kondisi Curug Benowo di air terjunnya lebih banyak bebatuan yang gede-gede. Saranku kamu mesti hati-hati supaya nggak terpeleset apalagi kalau sampai kaki terkilir ya. Bawalah sandal gunung, atau sepatu gunung. Pas kemarin ada aja orang yang pake wedges, oh come on girls. kamu mau kemana?. Untuk bisa foto kayak aku diatas, kamu juga hati-hati ya karena akupun juga terpeleset pas mendaki batunya sampai hampir iphone kecemplung. Tapi it was fun, karena semua perjuangan untuk menuju kesiniĀ  terbayar sudah!.

Curug Lawe juga nggak kalah eksotis!. Meski nggak sederas Curug Benowo, tapi lanskap Curug Lawe amazing tiada duanya!

Lanskap Curug Lawe

Lanskap Curug Lawe

Kalau kamu pernah liat movie King Kong atau ala-ala Rivendel-nya LOTR, maka pasti kamu nggak asing dengan lanskap seperti ini kan?. Kamu pasti akan hanyut dengan suara air terjun yang gemericik-nya gak bisa bohong dan yang pasti bikin kamu full of happiness!. Air terjunnya memang ada yang utama, tapi disamping kanan kirinya juga ada air terjun kecil-kecil yang nggak kalah ciamiknya. Kamu pun boleh main air sepuasnya disini, tapi ingat jangan terlalu dekat dengan air terjun. Sayang banget kan kalau pulang kenapa-kenapa?

Biar tetap kekinian waktu ngunjungi Curug Benowo Lawe, kamu mesti juga ambil foto disini ya. Jembatan kayu yang nggak kalah eksotisnya!

Jembatan Kayu

Jembatan Kayu

Biar kamu nggak hanya bisa ambil dari gambar google aja, kamupun jangan kalah juga untuk ambil foto disini. Jembatan ini sebetulnya menghubungkan dua bukit yang terputus sekaligus dibawah jembatan itu meneruskan saluran irigasi untuk area sawah dan kebun yang ada di bawah gunung tersebut. Mau kamu ambil foto gaya apapun disini sama bagusnya kok!. Kapan lagi kamu bisa ambil foto di jembatan ala-ala vintage kayak gini kan?

Udah sampe sini tapi nggak coba main air disini? wah kamu bakalan nyesel gak nyobain jernihnya air di Curug Benowo Lawe

Duh Kalinya, Loveable banget!

Duh Kalinya, Loveable banget!

Nah kan, kalinya LOVEABLE BANGET kan? kamu pasti kepengen juga untuk menyisipkan kakimu disitu kan? Tapi tetep hati-hati ya, karena bebatuannya licin banget. Hati-hati jangan kepleset! šŸ˜€

Jadi kamu mesti buat alesan apalagi kalau mau liburan yang asyik, yang nggak perlu ambil waktu banyak, yang nggak perlu uang banyak juga buat kesana kemari ya kan? Trip ini cuma 4 jam (termasuk perjalanan dari kota Semarang sampai kembali lagi ke Semarang), dan cuma perlu uang bensin sama makan sebelum naik ke tempatnya. totalnya abis 25 ribu lah ya semua. hehehe.

Oh iya lupa, lokasi tempatnya ini ada di Desa Kalisidi Daerah Gunungpati. Kalau kamu dari arah Ungaran atau Semarang, carilah kantor Kecamatan Gunung Pati. Nanti ada gapura yang di dekat situ ada pos ojek. Kamu belok kiri saja, nanti akan ketemu dan banyak sekali penunjuk jalan ke arah Curug Benowo Lawe. Jangan kawatir tersesat, karena desanya bukan pelosok banget tapi tetep masih berada di kaki gunung Ungaran. hehehe

So kapan mau maen kesini kak?

Aku aja udah kesini, kamu kapan?

Aku aja udah kesini, kamu kapan?

 

[Happi2] Kal Fli De – Dugderan Semarang

Judulnya berkesan balita baru belajar ngomong, tapi tau kan maksudnya? :D. Yes, tiap hari minggu ku turut ayah ke kota, naik delman istimewa ku duduk dimuka… eh ngaco ini, yang bener adalah tiap hari minggu aku bersepeda car free day. Jangan salah guys, di Semarang juga ada Car Free Day, enggak hanya Jakarta sama Surabaya aja yang punya dan jangan salah atensi warga yang ikut CFD cukup banyak dari sepeda aneh nggak jelas, fiksi sampai sepeda kebo pun punya komunitas ngumpul sendiri.

Komunitas Sepeda Kebo

Di Semarang, jalan yang dibebaskan untuk kendaraan terpusatkan di Jalan Pemuda, mulai Paragon Mall sampai ke Tugu Muda dan yang satu adalah lingkaran Simpang Lima beserta Jalan Pahlawan dimana disitu terletak kantor Gubernur Jawa Tengah. Rute yang biasanya aku ambil ya semuanya, karena memang searah dan 2 pusat Car Free Day itu hanya dipisahkan oleh kawasan oleh-oleh Semarang yaitu Jalan Pandanaran.

Eniwei, kalau mau tau darimana posisi start aku Car Free Day, nih gambarnya.

Continue reading

[Hiking] Gunung Ungaran (Pendakian)

Udah lama nggak nulis jadi kangen untuk menulis-nulis lagi -> alesan klasik.

Eniwei, sebenernya banyak cerita yang mau gw share dimana-mana. Pertama sih cerita Makassar kemarin, Ungaran, Medan dan sebagai-bagainya, tapi yang pertama gw share yang ini dulu ya, waktu gw mau ke Ungaran bareng bocah-bocah kantor Area Pengatur Distribusi Semarang + ketambahan selundupan angkatan gw a.k.a Rifki Handika Haqi, anak ilang yang jarang pulang ke rumah, Hahaha.

Hiking ini awalnya dipanasin oleh Muhammad Khadafi. Orang ini awalnya sudah hiking di Gunung Merbabu dan photonya langsung disebar ke group imel kantor. Walhasil, kita yang muda-muda jadi terpanasi, dan imel dia sedikit berbau nyindir. Kalimatnya seperti gini.

“Kapan kita kemana? ayo Ungaran cuma 2000 mpdl. Merbabu 3000 mdpl. Pemula gunungnya”

Kalimat di atas ini yang justru bikin gw sama temen2 yang doyan jalan-jalan adventure jadi risau, gelinjang gak karuan karena seperti ditantang anak bayi baru lahir. Singkat cerita karena gw udah janji kalo ada perjalanan adventure hiking, gw akan ikut. And here’s my promise dan sama sekali gw belum ada pernah ada cerita hiking sampai ke puncak. Terakhir ke puncak gunung ya ke Gunung Bromo itu, dimana anak kecil sekelas gajah baru lahir pun bisa menjangkau. Hahaha. Akhirnya setelah koar-koar by mouth to mouth terkumpulah 10 orang pemberani, pembuka ekspedisi hiking pertama kantor APD Semarang.

Continue reading

[Story] Happy Ending Little Adventure

Yesterday, It was my lovely day. As usual, weekend is the most happiest thing that every employee in the world wait it. For me, weekend is another way to fulfill my sleepless in work-busy-day. I can sleep in any time I want, even though I sleep at 1 AM, there is nothing to be worried at all. So that’s why, weekend is a revenge to back my sleep hour.

I got my wake up at 8 AM yesterday and really opened my eyes at 10 AM. In Indonesia, if you oversleep like that, people said ‘KEBO’ or Buffalo in English simply, I dont care anymore whatever they call me like that. The time when I was full wake up, my boarding house was really-really empty and me ALONE !. Nisa went to Pekalongan at early morning and also Riski to Jogja at 8 AM. Agus Widodo, Yusuf Prasetyo, Deni Anggriawan, and Zulfrima went to the Sayung Substation because there were substation feeders maintenanceĀ  and breakfast filled by noodle.

Things had changed so fast, when suddenly I just wanna go to the Cangkiran-Mijen, yep that is my Village. Somehow, before my grandmother and my grandfather died in 2001 – 2003, I often came to my Village especially in Lebaran. That’s why Semarang sounds familiar to me, so many sisterhood and brotherhood here. Cangkiran and Krapyak is not so-so far away, just take 45 minutes in slow or 30 minutes while you go fast and you just go straight if you start from Ngaliyan. Overall, you can see a modern village mixed by tropical rain forest. Just dont imagine, what weather will be and always cool and cold.

Bunch of Teak Tree

Continue reading

[Story] Landed Here

Here I am, at Semarang, exactly I am in Udiklat PLN Semarang. I’ve been here for 1 week and will set my leave 1 week later. This place is really quite and behind this place, there is a conservation forest which have a lot of deers. It seems this place already looks like ‘Taman Safari’ which Indonesian language put on that. Either you walk in afternoon or night *if you lucky , you will see deers walking along this Udiklat. Hahaha. If lucky comes to me, I’ll take a picture that deers. I promise.

Want to know my room? This is bloodyhell place ever met. My room, exactly it’s not room, it’s house which contains many rooms inside. My house is in the highest place at Udiklat. If you rendezvous at volley yard Udiklat then you should look up at top where there are a lot of houses. My house is in the end of street, near the tennis court. I predicted if you go up to my house, it should be 500 hundred meters with 45 degree lift up. I eat that 4 times with go up and go down a day. hahaha. That’s why my feet looks like Tukang Becak or Kaki Kuda. This picture represents how goddammit I eat mountain everyday. šŸ˜€

Well, I’m happy in here. I’ve got so many new friends from Aceh, Jogjakarta, Semarang, Surabaya and Malang. Imagine, if thereĀ  is some mixing people talk in conversation, so many accents will be said, even we are separated from many regions but we proud as an Indonesian people. Meanwhile, i didn’t found any friends who has same ideology with me. The ideology that i mean is being technology freak as my previous life. We have a lot of guys from ITS-Informatics but they are not impressed me until now. Most of them were cumlaude and looks-like book-geek I guess and no one impressed me like asking a high-weight-question or discuss about new techno. I did not found friend which is so geek looking a new technology, open Ajax or the newest news from IT. Most of them open facebook and love talk in chat before class begin. My God -_-“

Even I didn’t found friends like that, I still put a respect for them. Being student Pra-Jabatan in PLN and defeated many job-seeker were not easy thing. At least, they have a good IQ and attitude. I still put a respect even they are come from Ahmad Dahlan University , Jogjakarta or Christian Satya Kencana Christian University, Salatiga. My friend, Mahendra, come from UKSK Salatiga have a good talent to be a leader. So I believe, every person here have a great talent by each person. For me, I’m not so good being a leader and not so geek with great position in PLN. I still haven’t interest being a good manager. Technology likes ERP, Ms Exchange, Cisco, Data Center, Oracle are expensive for me. Yet someday, i wanna be an IT Specialist in PLN. That’s my path and I will walk in there. hehehe

Dreaming live happily in here? hahaha just go home. No one live happily in here. As a Student in here, you should wake up in 4 AM and pray together in mosque and we must do sport exercise in the morning. Take a jogging 1,5 kilometers in twice and we, we should singing loudly in the morning. Sleep well enough?, in your dream. We just have 5 hours to sleep at max. Fortunately we wake up in Semarang, if you dare to wake up in Situlembang, no one can stand up with the temperature except Indonesian army. Hahaha.

That’s enough guys. I have to sleep rite now. šŸ˜€