Green Canyon – Surga Kecil di Selatan Jawa

Ternyata untuk mencapai surga yang diceritakan banyak orang, sudah nggak jaman lagi untuk keluar uang banyak. Ada surga kecil di Selatan Jawa yang akan membawa kita dalam lamunan kecil tentang keindahan. Surga kecil itu bernama Green Canyon.

Eksotisme Green Canyon

Eksotisme Green Canyon

Perjalanan kali ini sungguh istimewa karena  berangkat dari Semarang dengan menggunakan mobil yang memakan waktu tempuh semaleman penuh. Terletak di selatan pulau Jawa yang dekat sekali dengan Kabupaten Banjar serta terletak di daerah yang sudah terkenal pantai legendarisnya, Kabupaten Pangandaran. Dari pantai  Pangandaran, lokasi wisata Green Canyon dapat ditempuh setengah jam saja. Kami , berlima, tiba di Green Canyon sekitar jam 10 pagi yang merupakan waktu ideal untuk memulai body-rafting.

Beberapa hal yang perlu diketahui dari tempat basecamp Body Rafting terletak di seberang dermaga Green Canyon. Dermaga Green Canyon melayani keliling Green Canyon menggunakan kapal tapi dengan jarak yang relative lebih pendek. Kami memakai jasa Baraja Adventure yang memang sudah well-known untuk Body Rafting. Karena masih terasa jet-lag perjalanan, maka kami pun mengambil istirahat setengah jam untuk memulai persiapan Body Rafting.

Berlima jelajahi Green Canyon

Berlima jelajahi Green Canyon

Dalam bahasa Sunda, Green Canyon disebut juga Cukang Taneuh yang artinya Cukang adalah Tebing sementara Taneuh adalah Tanah. Ngarai ini terbentuk akibat dari erosi tanah aliran Sungai Cijulang selama jutaan tahun yang menembus gua dengan stalaktit dan stalakmit yang diapit oleh bukit dengan bebatuan dan hijaunya pepohonan sehingga membentuk keindahan Surga Kecil disini.

Tahun 1993, Green Canyon dipopulerkan oleh seorang Perancis dengan mengambil pelesetan Grand Canyon yang berada di Amerika Serikat. Green Canyon sebenarnya pula adalah Sungai Cijulang yang membelah bukit dan menembus gua dan menembus bebatuan. Karena air sungainya berwarna hijau tosca, mungkin disinilah berasal dari Green Canyon.

Untuk memulai Body Rafting, kami harus mengendari mobil pick-up selama setengah jam untuk sampai di titik start Body Rafting. Perlengkapan yang diberikan selama Body Rafting adalah helm, life-jacket beserta sepatu karet untuk mencegah kaki lecet berbenturan dengan batu.

Welcome to Green Canyon!

Welcome to Green Canyon!

Sayangnya kami datang kesini pada saat musim kemarau sehingga airnya lebih dangkal 1 meter namun sisi bagusnya air menjadi lebih jernih sementara kalau kamu dateng pada saat musim hujan maka airnya akan menjadi lebih hijau karena dibawah air terdapat banyak lumut dan bagusnya arusnya lebih kencang sehingga gak banyak berenang untuk sampai pada titik akhir perjalanan.

Kamu mesti coba Cliff Jumping nih, Adrenalinmu harus dicoba buat ini!

Salah satu keseruan yang bisa didapat selama disini, selain Body Rafting, tentunya adalah Cliff Jumping. Akan ada banyak titik untuk Cliff Jumping, yang tertinggi  adalah 8 meter dimana membutuhkan nyali yang tinggi untuk loncat. Batu Payung merupakan titik loncatan terakhir yang bisa digunakan peserta sebagai ajang penutup Cliff Jumping. Total ada sebanyak 3 spot yang bisa digunakan untuk Cliff Jumping dengan tinggi minimal 6 meter.

The tallest 8 meter!

The tallest 8 meter!

Cliff Jumping!

Cliff Jumping!

Kalo yang ini sih jumping 2 meter

Kalo yang ini sih jumping 2 meter

Perjalanan body rafting memakan waktu kurang lebih sekitar 6 jam dimana kami harus berenang dari awal sampai dengan titik akhir. Untuk perahu sendiri tidak bisa melewati sungai karena banyaknya bebatuan yang harus dilewati.

Titik start kami dimulai Cliff Jumping setinggi 1 meter dan bagi teman-teman yang nggak bisa berenang, jangan kawatir karena selama life jacket terpasang dengan baik maka akan mengapung dengan sendirinya. Life Jacket ini juga berfungsi melindungi badan kita dari gesekan dengan bebatuan di sungai.

Sepanjang perjalanan dalam body rafting, pemandangannya luar biasa keren. Selain tempatnya yang masih alami, arsitektur tempatnya yang masih hijau dengan kombinasi tanah membuat mata segar memandang dan yang pasti akan membuat betah kami disana.

Keseruan Green Canyon

Keseruan Green Canyon

Di tengah perjalanan, kami menemukan Goa yang berisi ratusan kelelawar di dalamnya dan baunya dari luar sungguh menyengat. Masyarakat disini menggunakan kotoran kelelawar sebagai bahan pupuk dari perkebunan mereka.Nah di depan goa itu lah, kami ditantang nyali untuk melaksanakan cliff jumping pertama setinggi 6 meter. Teman-teman harus pas untuk posisi jatuhnya karena di samping kiri dan kanan ada bebatuan dalam air yang siap mengintai. Tapi seriously it was fun dan adrenaline banget ketika lompat.

Selain itu ada tempat checkpoint untuk peserta melaksanakan istirahat. Sebenarnya tempat checkpoint tersebut adalah warung yang menjajakan popmie maupun gorengan. Sesampainya ditempat itu kami langsung pesan gorengan 20 biji dan popmie untuk mengisi makan siang. Sayang pas berada disini, kami belum sempat mengabadikan warung tersebut, baterai kamera mirrorless keburu habis soalnya. huhuhu

Eniwei selain bisa cliff jumping, keseruan yang gak kalah adalah nyobain maen body rafting mengikuti arus. Kalau biasanya kita main tubing memakai ban, nah karena kami nggak memakai ban makanya pas nyobain ada aliran arus yang deres kerasa banget keseruannya. Gak kehitung berapa kali kami tenggelam karena sungainya sendiri dalem juga dan setelahnya badan kami pegal pegal semua karena gak karuan berapa kali kami harus bertahan dalam dalemnya air.

Body Rafting begin!

Body Rafting begin!

Seru Body Rafting

Seru Body Rafting

Mau tau berapa biaya yang kami habiskan untuk main disana? jangan kaget yah ternyata untuk berlima kami menghabiskan 1,1 juta dimana udah termasuk makan nasi sama lauk sekali setelah body rafting selesai. See? ternyata untuk ketemu Surga Kecil seperti ini emang gak butuh biaya mahal kan? Nah tunggu apalagi, ayo buru kemas ranselmu dan segera kita jelajahi Indonesia ya!

Jalan Jalan Group

Jalan Jalan Group

Dear Adventurer, Curug Benowo Lawe memanggil kamu!

Bagi kamu para jiwa petualang di Semarang, pasti kadang ngerasa KZL kan kalo tempat wisata di Semarang cuma gitu-gitu aja. Pasti kamu gemes rasanya pengen teriak ke para pemimpin di kota ini, duh kapan ya Semarang punya tempat wisata yang oke. Let me guess, cuma landmark Lawang Sewu dan Tugu Muda yang bisa kamu singgahi dalam waktu singkat kan di kota ini?. Simpanglima sih oke, tapi ya rame cuma pas di Minggu pagi aja.

Tenang, kali ini kamu bisa kok melakukan one day trip yang seru dan going back to nature banget. Sebetulnya lokasi ini mungkin udah familiar banget ya, tapi kalo kamu yang udah pernah mencoba, past akan seneng banget. Kapan lagi coba disapa barisan para kumbang, lutung kasarung. Apalagi bunyi suara gemericik air mengalir, suaranya emang gak pernah bohong, pasti seketika mood kamu berubah banget.

Disini kamu akan menemukan “rumah” kamu kembali. Tempat terbaik untuk segala kepenatan pikiranmu. ALAM

Ayo kita main sama alam lagi

Ayo kita main sama alam lagi

Bagi kamu para pecinta alam, disini segalanya komplit. Jalan yang penuh mendaki ada, sungai yang mengalir deras ada, jalanan licin bebatuan ada, berjalan di sebelah jurang ada, suara nyanyian hutan ada juga. Jadi disini tempat kembali menemukan “rumah”mu lagi, ya apalagi kalau bukan ALAM. Suasananya yang jauh dari polusi kota, jauh dari keberisikan kota, jauh dari apapun yang menganggu aktivitas kerja selama kamu di kota. Alam memang gak pernah boong ya, dia selalu tau caranya untuk membuat pikiran kembali tenang sama relaks. Seperti Rumah kan?

Semuanya bersih, meskipun tempatnya rame tapi amazingnya tempatnya masih suci perawan banget

Tempatnya masih suci banget

Tempatnya masih suci banget

Yang bikin makin kagum dari tempat ini, tempatnya bersih banget!. Aku hampir nggak menemukan botol plastik minuman kececeran di kiri kanan sepanjang menuju air terjun lho. ini serius pake banget. Jadi kelestarian tempat ini bener-bener dijaga. Selalu disediakan tempat sampah sepanjang perjalanan menuju air terjun jadi kalau kamu ngaku pecinta alam, jagalah alam kamu dengan baik. Pulanglah dengan membawa sampah di alam, kalau alam bersih kamu pasti ikut senang kan?.

Jangan pernah mengira, menggapai air terjun disini gampang banget. BIG NO!. Yang ada kamu akan diuji keimanan serta ketabahanmu

Sebelahmu itu JURANG BRO

Sebelahmu itu JURANG BRO

Kalau kamu mengira, air terjun di tempat ini akan digapai dengan mudah, well yeah kamu akan salah besar bro/sis!. Untuk mencapai salah satu air terjunnya aja, butuh waktu sekitar hampir 2 jam kesana. Setengahnya emang landai dengan sisi sebelah kamu adalah JURANG dan setelah menemukan pintu air, disana akan terbagi tempatnya. Kalau kamu ambil kiri maka kamu akan sampai di Curug Benowo, kalau ke kanan ya ke Curug Lawe. Eits, tapi siapa bilang keduanya dicumbu dengan mudah? enggak ada. Kamu kudu kuat serta tabah, karena kesana kamu perlu mendaki bebatuan yang licin dan perlu hati-hati banget supaya kamu nggak terpeleset.

Tapi BRO, Semuanya akan terasa impas kalau udah bisa KAYAK GINI kan?

Hello Curug Benowo!

Hello Curug Benowo!

Mau kamu ambil Curug Benowo atau Curug Lawe dulu, gak masalah kok!. Karena ada jalan pintas untuk kedua Curug tersebut. Jadi daripada kamu ambil memutar ke titik pintu air tadi, lebih baik ambilah jalan pintas tadi untuk menuju ke Curug manapun yang kamu mau. Enggak sulit kok, ndaki ndaki kecil dan semua jalurnya juga udah jelas. Jangan kawatir kamu bakalan tersesat disana. Selama kamu nggak sampai malam, masih ramai kok tempatnya.

Anyway kondisi Curug Benowo di air terjunnya lebih banyak bebatuan yang gede-gede. Saranku kamu mesti hati-hati supaya nggak terpeleset apalagi kalau sampai kaki terkilir ya. Bawalah sandal gunung, atau sepatu gunung. Pas kemarin ada aja orang yang pake wedges, oh come on girls. kamu mau kemana?. Untuk bisa foto kayak aku diatas, kamu juga hati-hati ya karena akupun juga terpeleset pas mendaki batunya sampai hampir iphone kecemplung. Tapi it was fun, karena semua perjuangan untuk menuju kesini  terbayar sudah!.

Curug Lawe juga nggak kalah eksotis!. Meski nggak sederas Curug Benowo, tapi lanskap Curug Lawe amazing tiada duanya!

Lanskap Curug Lawe

Lanskap Curug Lawe

Kalau kamu pernah liat movie King Kong atau ala-ala Rivendel-nya LOTR, maka pasti kamu nggak asing dengan lanskap seperti ini kan?. Kamu pasti akan hanyut dengan suara air terjun yang gemericik-nya gak bisa bohong dan yang pasti bikin kamu full of happiness!. Air terjunnya memang ada yang utama, tapi disamping kanan kirinya juga ada air terjun kecil-kecil yang nggak kalah ciamiknya. Kamu pun boleh main air sepuasnya disini, tapi ingat jangan terlalu dekat dengan air terjun. Sayang banget kan kalau pulang kenapa-kenapa?

Biar tetap kekinian waktu ngunjungi Curug Benowo Lawe, kamu mesti juga ambil foto disini ya. Jembatan kayu yang nggak kalah eksotisnya!

Jembatan Kayu

Jembatan Kayu

Biar kamu nggak hanya bisa ambil dari gambar google aja, kamupun jangan kalah juga untuk ambil foto disini. Jembatan ini sebetulnya menghubungkan dua bukit yang terputus sekaligus dibawah jembatan itu meneruskan saluran irigasi untuk area sawah dan kebun yang ada di bawah gunung tersebut. Mau kamu ambil foto gaya apapun disini sama bagusnya kok!. Kapan lagi kamu bisa ambil foto di jembatan ala-ala vintage kayak gini kan?

Udah sampe sini tapi nggak coba main air disini? wah kamu bakalan nyesel gak nyobain jernihnya air di Curug Benowo Lawe

Duh Kalinya, Loveable banget!

Duh Kalinya, Loveable banget!

Nah kan, kalinya LOVEABLE BANGET kan? kamu pasti kepengen juga untuk menyisipkan kakimu disitu kan? Tapi tetep hati-hati ya, karena bebatuannya licin banget. Hati-hati jangan kepleset! 😀

Jadi kamu mesti buat alesan apalagi kalau mau liburan yang asyik, yang nggak perlu ambil waktu banyak, yang nggak perlu uang banyak juga buat kesana kemari ya kan? Trip ini cuma 4 jam (termasuk perjalanan dari kota Semarang sampai kembali lagi ke Semarang), dan cuma perlu uang bensin sama makan sebelum naik ke tempatnya. totalnya abis 25 ribu lah ya semua. hehehe.

Oh iya lupa, lokasi tempatnya ini ada di Desa Kalisidi Daerah Gunungpati. Kalau kamu dari arah Ungaran atau Semarang, carilah kantor Kecamatan Gunung Pati. Nanti ada gapura yang di dekat situ ada pos ojek. Kamu belok kiri saja, nanti akan ketemu dan banyak sekali penunjuk jalan ke arah Curug Benowo Lawe. Jangan kawatir tersesat, karena desanya bukan pelosok banget tapi tetep masih berada di kaki gunung Ungaran. hehehe

So kapan mau maen kesini kak?

Aku aja udah kesini, kamu kapan?

Aku aja udah kesini, kamu kapan?

 

[Traveling] Kuala Lumpur – KLCC Park

Jadi ceritanya ini sebenarnya bukanlah traveling beneran yang harus menguras isi dompet. Inilah pertama kalinya perusahaan memberangkatkan saya ke luar negeri. Nggak jauh jauh amat, ke negeri seberang aja. Ke tempat nya Negara Upin dan Ipin atau Pak Cik juga boleh. Lumayan kan bisa jalan-jalan melihat ibukota negeri seberang. hehehe. Sialnya saya nggak punya banyak waktu untuk menjajah waktu kesana kemari di negeri orang, tapi at least lah ya itu sebanding dengan “tidak mengeluarkan uang” untuk keluar negeri hehehe 😀

Btw sih, sebenarnya ke negeri seberang dalam rangka training untuk mencanggihkan ilmu SCADA dan karena waktu lebih banyak untuk belajar *ciee* jadi ya nggak sempat untuk wira wiri, tapi at least dari negeri seberang ini, bisa melihat gimana budaya negeri seberang. Eniwei, untuk cerita traveling kali ini cuma sempet ke KLCC park, sebenernya juga sempet juga ke Petaling Street.

DSC_0591

As my life goes on, saya belum menemukan taman segede ini di kota besar manapun di Indonesia, *kalau ada kasih tau saya ya*. Tempatnya sangat comfy sekali untuk duduk duduk santai menikmati pemandangan sambil membaca buku di siang hari atau sekedear melepas penat lelah dari pekerjaan sambil liat yang ijo-ijo di seputar pencakar langit memutari taman.

Anyway, KLCC Park berada di pusat jantung kota Kuala Lumpur, asik banget gitu ya kalau pas di tengah-tengah kota besar itu ada taman yang gede , luas dan seger ijo terpampang di depan mata. Lebih asiknya lagi, pemandangan Menara Petronas emang spektakuler sekali menjulang di tengah-tengah kota. Kalau anda kiranya berada di KLCC Park sempatkan untuk bisa naik ke Menara Petronas yang sampai ke ujung. Saya sendiri pas kesana belum sempet ke ujung menara, *hiks*

DSC_0597

Selain itu anda juga bisa mampir mall paling terkenal di Kuala Lumpur yaitu Suria KLCC dimana terletak di sebelah pas Petronas Tower yang sebenarnya saling terhubung gedung gedung di Kuala Lumpur. Suria KLCC lengkap ada segala macam merk-merk terkenal yang sudah mendunia, tapi sejalan dengan itu juga kiranya harga barang di mall tersebut bukan ukuran murah untuk kelas pekerja macam kita kita ini. hehehe tapi kalau sekedar ingin tahu ada ada apa aja di Suria KLCC boleh mampir lah pak cik.

Suria KLCC

Suria KLCC

Di depan mall Suria KLCC ada taman air mancur yang kalau dinikmatin siang siang, hmmm menggugah selera untuk tidur apalagi kalau sambil baca-baca buku di kursi taman disana. Kalau malam bagus banget, air mancurnya bahkan bisa berwarna-warni dan lebih pas lagi kalau mbawa pasangan disana. bisa jadi itu merupakan heaven saudara! hehe dan lebih bagusnya lagi taman disini sangat bersih sekali, sekalipun membawa makanan itu boleh tapi kebiasaan orang-orang di tanah pak cik jauh lebih bagus dibanding kita.

KLCC Park Water Fountain

KLCC Park Water Fountain

Kalau mau membayangkan tamannya seperti apa secara keseluruhan serta kebersihannya, yuk mari kita simak foto-foto di bawah ini ya. Sungguh saya sangat iri punya taman segede gaban seperti ini di tengah kota! hiks! 😦

KLCC Park

KLCC Park

KLCC Park

KLCC Park

Water Fountain KLCC Park

Water Fountain KLCC Park

Skycrapper KLCC Park

Skycrapper KLCC Park

Kids Time

Kids Time

KLCC Park

KLCC Park

[Traveling] Singapore, Chinatown

Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di negeri orang. Kesampaian juga pada akhirnya saya jelajah satu negeri Asia Tenggara. Saya sendiri awalnya ingin ke Vietnam, sedangkan cari partner traveling yang sepaham saat ini susah. Singapore pun sebenarnya saya juga ikut dadakan, karena rekan-rekan kantor ada rencana juga kesana. Ya sudah gabung saja. Anyway saya cowok sendiri dalam perjalanan kali ini. *kesannya kayak bodyguard semua orang*

Marina Bay Sands background

Oke saya menginap di daerah Chinatown. Kami berempat menginap di Beary Good Hostel. Satu hostel cuma beda lantai. Saya berada di lantai 3 sedangkan cewek-cewek berada di lantai 2. Hostel ini tidak membedakan cowok-cewek per lantai jadi pada intinya satu lantai bisa aja ada cowok-cewek dan semua berkemungkinan untuk bertemu dengan wisatawan berbagai macam negara. Untuk ukuran tarifnya seingat saya 16 SGD per malam atau sekitar 150 ribu.

Daerah chinatown juga termasuk salah satu destinasi wisata bagi yang ingin mengunjungi Singapura. Selain chinatown ada juga little India maupun Kampung Bugis yang juga menjajakan semacam pasar-pasar tradisional. Bedanya kalau di Chinatown agak susah juga mendapatkan makanan yang halal. Kami memilih Bearg Good Hostel karena dekat sekali dekat dengan MRT Chinatown, jadi ya begitu keluar masuk hostel langsung bisa masuk MRT Station sehingga kami lebih irit untuk masalah transportasi. 😀

Chinatown MRT Station

Eniwei, pasar di Chinatown sendiri tutup sekitar jam 10an waktu setempat. Jangan tanya kalau malam disini berubah jadi apa, jadi semacam tempat pesta bir dan segala macam barang alkohol lainnya dan memang pada akhirnya wisatawan macam bule bule lebih banyak terlihat di tempat ini daripada di tempat lain. Mostly barang disini susah ditawar dan setelah membanding2kan dengan daerah lain seperti Kampung Bugis maupun Little India sudah termasuk murah (walaupun sedikit).

Chinatown Market

Anyhow, salah satu tempat yang wajib dikunjungi dari Chinatown adalah Buddha Tooth Relic Temple. Tempat ini adalah semacam vihara bagi umat Budha jadi saya sebetulnya tidak kaget kalau ada semacam Vihara disini. Letaknya persis di depan mall, bukan mall sih lebih tepatnya kayak pasar tapi berada di dalam gedung yang gede. Nah bagi anda yang pecinta makanan daerah Timur (pecinan) mungkin disini tempatnya.

Saya mencari makan siang disini bersama rekan-rekan tapi tidak menemukan satu pun makanan yang cocok di lidah orang Indonesia. Sedih rasanya seperti ingin pulang kampung lagi hahaha. Oh ya meski semacam foodcourt gitu ya, tapi tempatnya bersih. Tidak jorok seperti foodcourt di Indonesia. Remember ini bukan kelas mall. Pemerintah Singapura memang begitu, selalu tegas terhadap aturan yang dibuatnya. Bayangkan ketahuan meludah saja, Anda bisa didenda 500 SGD dan kalau dirupiahkan bisa mencapai 3,5 jeti rupiah.

Buddha Tooth Relic Temple

Foodcourt Chinatown

Selain skycrapper di Marlina Bay Sands, pemandangan bagus pada malam hari juga terjadi di Chinatown. Perpaduan unsur warna merah dan emas merupakan lambang keberanian dan kejayaan bagi orang keturunan Tionghoa. Lampion-lampion termasuk salah satu obyek fotografi yang sangat bagus diabadikan.

Lampion di Chinatown

Saya membeli oleh-oleh buat sanak saudara yang ada di rumah maupun di kantor juga di Chinatown. Anda bisa membeli gantungan kunci khas Singapore dengan harga 10 SGD anda sudah mendapatkan 10 biji dan kaus-kaus ala Singapore untuk harga yang sama anda bisa mendapatkan 3 biji. Saya sarankan selagi anda punya waktu di Singapore, sempatkan lah berkunjung ke Chinatown kalau anda ingin merasakan bagaimana nuansa China ala Singapore. Happy Traveling

[Traveling] Escape from civilization – Curug Cikaso

Kalau habis dari ujung genteng, nggak lengkap rasanya kalo nggak ke Curug Cikaso. Curug Cikaso adalah air terjun yang ada di daerah Surade. Kalau mau ke Curug Cikaso gampang kok, kalau ke Ujung Genteng cukup lurus sedangkan kalau ke Curug Cikaso belok kiri pas ada pertigaan. Ada banyak tanda serta penduduk yang bisa menjadi guide anda menuju tempat wisata disana jadi jangan khawatir apabila get lost disana.

Setelah sampai di tempat wisata, ada pilihan bagi anda untuk menuju ke air terjunnya. Berjalan kaki dengan waktu 15 menit dan cukup membayar tiket masuk 3000 ribu rupiah atau anda bisa naik perahu bermotor dengan harga 80.000 untuk 10 orang. Bedanya dengan memakai perahu anda bisa mengunjungi salah satu Goa yang ada di dekat sana, gua apa ya namanya aku agak lupa. hehe

Kami memilih memakai jalan kaki karena kalau memakai perahu kami juga harus join dengan pengunjung yang lainnya which is kami nggak kenal. Jalan kaki menuju ke sana melewati sawah-sawah yang ijo-ijo dan seger habis. Kalau nggak hati-hati bisa celaka, seperti rekan kami, Taufix, yang sandalnya putus karena salah main manuver kaki di sawah.hahaha

Sandalku hilang om

ngegaya dulu

Hati Hati om, penuh kuman

Eniwei, aku kira air terjunnya itu kecil dan nggak lebih dari 10 meter-an. Info sotoy ini aku dapet dari gambar-gambar google dan kupikir air terjunnya juga nggak berbahaya buat para pengunjung. Dan ternyata air terjunnya termasuk besar dan tinggi. Sial ternyata foto Google banyak menipunya!

Curug Cikaso Waterfall

Curug Cikaso Waterfall

Tadinya kami mau lebih dekat dengan air terjun, sayang kedalaman air sangat dalam. hampir mencapai 1 meter lebih dan itu sangat menakutkan bagi kami #aih #lebay. Enggak, pas kedatangan kami kesini sedang dalam musim hujan sehingga debit air luar biasa banyaknya dan terpaksa beberapa kali aku harus membersihkan lensa kamera karena percikan air terjunnya.

Ini adalah akhir perjalanan selatan kami. Tadinya kami juga berencana ke Green Canyon, tapi ide itu kami buang segera mengingat jaraknya jauh man! dari pucuk ke pucuk dan sangat tidak worth it bagi kami yang masih berstatus profesional #alasan. Tapi seriously, next time memang kami harus mencoba Green Canyon, satu tempat yang belum sempat dijajah traveler phoenic 😀

Foto penampakan Ujung Genteng!

[Traveling] Escape from civilization : Ujung Genteng [2]

Hari sudah semakin malam saja dan kami semakin bingung mencari penginapan. Mobil kami terus menyusuri terus sepanjang bibir pantai. Yang kami temui hanya warung-warung kecil dan beberapa tempat pub dan karaoke yang dimana pasti ada… kupu kupu malam. Beberapa tempat penginapan yang kami kunjungi mengatakan penuh, dan setelah berdebat nggak penting dalam mobil, kami akhirnya menemukan penginapan. Yang penting bisa mandi dulu lah pokoknya! haha.

Sayang aku lupa sempat mengabadikan lokasi tempat penginapan, tempatnya seperti hostel dan cukup murah sih dengan harga sekitar 250.000 per malam / per kamar untuk 2 orang dengan kamar mandi dalam. Ukuran kamarnya sekitar 3 x 3. Mirip kos-kosan lah pokoknya!. Lokasi penginapan kami berada pas dengan bibir pantai jadi kalau malam bisa mendengarkan desiran ombak yang gmana gituu. Haha.

Tadinya kami mau ke tempat penangkaran penyu, yang berada di ujung barat pantai. Karena penangkaran penyu hanya bisa dilihat pada malam hari sedangkan kondisi mobil sepertinya sudah agak loyo, kami memutuskan untuk membatalkan acara penangkaran penyu sebagai gantinya kami melakukan gala dinner bersama, -_-“

Dinner di Ujung Genteng

Eniwei, itu makan malam sambil diterjang badai. Badai-nya dasyhat luar biasa abis. Karena tempat maka kami pas berada di bibir pantai jadi kerasa gimana gitu, untungnya karena kami sudah menambah bobot jadi masih stay aja di ground waktu ditiupin angin hahaha. Beruntungnya kami nggak ke lokasi penangkaran penyu karena kalo masih nekat kesana aja kesana siap-siap mobil dihajar habis sama angin. Ini foto waktu badai angin di pagi hari..

Continue reading

[Traveling] Escape from civilization : Ujung Genteng [1]

Liburan kali ini idenya memang dadakan, tanpa perencanaan dan tanpa persiapan apapun. Ide ini pertama kali dateng ketika melihat kalender di meja kantor ada yang berwarna merah 3 berurutan lagi!. See, kalender 2012 sepertinya berbaik hati kepada kita kita yang berwajah orang kantoran dan sepertinya tanda-tanda bau amis liburan memang sudah tercium jarak jauh. Haha.

Kalau biasanya taun lalu saya pasti pulang ke Surabaya, maka edisi kali ini adalah berlibur!, dan edisinya kali ini adalah Escape from Civilization!, ya jauh dari hingar bingar kota, jauh dari pekerjaan, jauh dari telepon+imel gangguan, dan liburan kali ini harus bener-bener quality-nya terasa dan otak saya yang pertama kali bisa diajak berlibur adalah Taurisa Wijaya!, haha. SMS-nya sederhana sih, “Tau, liburan imlek ke Ujung Genteng yuk!“, jawabnya, “Berangkat gan!” dan saya tahu Taurisa memang bisa diandalkan untuk berlibur edisi cepat hehe

Setelah mengadakan pengumuman sana-sini, dengan cara sebar BBM, YM  , sebar di Facebook , Mailing List dan groups yang ada sangkat pautnya, maka didapatkan 4 pemuda andalan bangsa dan negara dan rasanya nggak jauh-jauh ya dari yang namanya NusantaraView. -_-“

M Nur Taufix , Kiki Ahmadi , Taurisa Wijaya dan Perusuh Huru Hara!

Susahnya kalau nggak ada cewek adalah nggak ada yang ngatur keuangan tapi ada satu orang yang merelakan dirinya untuk menjadi bendahara liburan kali ini yaitu Taurisa sedangkan saya dan Taufix menjadi driver, *oh shit* dan Kiki Ahmadi hanya menjadi penikmat perjalanan *sampah deh*. Kami ber4 sepakat untuk menyewa mobil yang sudah dikordinir oleh Taurisa. Oh ya eniwei saya harus ke Jakarta dulu waktu itu, ya sudah gapapa itung-itung sekalian jalan-jalan ke Jakarta walaupun cuma sesaat and here we go the story. Oh eniwei kalau ada pada yang belum tahu dimana Ujung Genteng itu berada, ini ada petanya nih

Posisi Ujung Genteng

Continue reading