[Traveling] Escape from civilization – Curug Cikaso

Kalau habis dari ujung genteng, nggak lengkap rasanya kalo nggak ke Curug Cikaso. Curug Cikaso adalah air terjun yang ada di daerah Surade. Kalau mau ke Curug Cikaso gampang kok, kalau ke Ujung Genteng cukup lurus sedangkan kalau ke Curug Cikaso belok kiri pas ada pertigaan. Ada banyak tanda serta penduduk yang bisa menjadi guide anda menuju tempat wisata disana jadi jangan khawatir apabila get lost disana.

Setelah sampai di tempat wisata, ada pilihan bagi anda untuk menuju ke air terjunnya. Berjalan kaki dengan waktu 15 menit dan cukup membayar tiket masuk 3000 ribu rupiah atau anda bisa naik perahu bermotor dengan harga 80.000 untuk 10 orang. Bedanya dengan memakai perahu anda bisa mengunjungi salah satu Goa yang ada di dekat sana, gua apa ya namanya aku agak lupa. hehe

Kami memilih memakai jalan kaki karena kalau memakai perahu kami juga harus join dengan pengunjung yang lainnya which is kami nggak kenal. Jalan kaki menuju ke sana melewati sawah-sawah yang ijo-ijo dan seger habis. Kalau nggak hati-hati bisa celaka, seperti rekan kami, Taufix, yang sandalnya putus karena salah main manuver kaki di sawah.hahaha

Sandalku hilang om

ngegaya dulu

Hati Hati om, penuh kuman

Eniwei, aku kira air terjunnya itu kecil dan nggak lebih dari 10 meter-an. Info sotoy ini aku dapet dari gambar-gambar google dan kupikir air terjunnya juga nggak berbahaya buat para pengunjung. Dan ternyata air terjunnya termasuk besar dan tinggi. Sial ternyata foto Google banyak menipunya!

Curug Cikaso Waterfall

Curug Cikaso Waterfall

Tadinya kami mau lebih dekat dengan air terjun, sayang kedalaman air sangat dalam. hampir mencapai 1 meter lebih dan itu sangat menakutkan bagi kami #aih #lebay. Enggak, pas kedatangan kami kesini sedang dalam musim hujan sehingga debit air luar biasa banyaknya dan terpaksa beberapa kali aku harus membersihkan lensa kamera karena percikan air terjunnya.

Ini adalah akhir perjalanan selatan kami. Tadinya kami juga berencana ke Green Canyon, tapi ide itu kami buang segera mengingat jaraknya jauh man! dari pucuk ke pucuk dan sangat tidak worth it bagi kami yang masih berstatus profesional #alasan. Tapi seriously, next time memang kami harus mencoba Green Canyon, satu tempat yang belum sempat dijajah traveler phoenic 😀

Foto penampakan Ujung Genteng!

[Traveling] Escape from civilization : Ujung Genteng [2]

Hari sudah semakin malam saja dan kami semakin bingung mencari penginapan. Mobil kami terus menyusuri terus sepanjang bibir pantai. Yang kami temui hanya warung-warung kecil dan beberapa tempat pub dan karaoke yang dimana pasti ada… kupu kupu malam. Beberapa tempat penginapan yang kami kunjungi mengatakan penuh, dan setelah berdebat nggak penting dalam mobil, kami akhirnya menemukan penginapan. Yang penting bisa mandi dulu lah pokoknya! haha.

Sayang aku lupa sempat mengabadikan lokasi tempat penginapan, tempatnya seperti hostel dan cukup murah sih dengan harga sekitar 250.000 per malam / per kamar untuk 2 orang dengan kamar mandi dalam. Ukuran kamarnya sekitar 3 x 3. Mirip kos-kosan lah pokoknya!. Lokasi penginapan kami berada pas dengan bibir pantai jadi kalau malam bisa mendengarkan desiran ombak yang gmana gituu. Haha.

Tadinya kami mau ke tempat penangkaran penyu, yang berada di ujung barat pantai. Karena penangkaran penyu hanya bisa dilihat pada malam hari sedangkan kondisi mobil sepertinya sudah agak loyo, kami memutuskan untuk membatalkan acara penangkaran penyu sebagai gantinya kami melakukan gala dinner bersama, -_-“

Dinner di Ujung Genteng

Eniwei, itu makan malam sambil diterjang badai. Badai-nya dasyhat luar biasa abis. Karena tempat maka kami pas berada di bibir pantai jadi kerasa gimana gitu, untungnya karena kami sudah menambah bobot jadi masih stay aja di ground waktu ditiupin angin hahaha. Beruntungnya kami nggak ke lokasi penangkaran penyu karena kalo masih nekat kesana aja kesana siap-siap mobil dihajar habis sama angin. Ini foto waktu badai angin di pagi hari..

Continue reading

[Traveling] Escape from civilization : Ujung Genteng [1]

Liburan kali ini idenya memang dadakan, tanpa perencanaan dan tanpa persiapan apapun. Ide ini pertama kali dateng ketika melihat kalender di meja kantor ada yang berwarna merah 3 berurutan lagi!. See, kalender 2012 sepertinya berbaik hati kepada kita kita yang berwajah orang kantoran dan sepertinya tanda-tanda bau amis liburan memang sudah tercium jarak jauh. Haha.

Kalau biasanya taun lalu saya pasti pulang ke Surabaya, maka edisi kali ini adalah berlibur!, dan edisinya kali ini adalah Escape from Civilization!, ya jauh dari hingar bingar kota, jauh dari pekerjaan, jauh dari telepon+imel gangguan, dan liburan kali ini harus bener-bener quality-nya terasa dan otak saya yang pertama kali bisa diajak berlibur adalah Taurisa Wijaya!, haha. SMS-nya sederhana sih, “Tau, liburan imlek ke Ujung Genteng yuk!“, jawabnya, “Berangkat gan!” dan saya tahu Taurisa memang bisa diandalkan untuk berlibur edisi cepat hehe

Setelah mengadakan pengumuman sana-sini, dengan cara sebar BBM, YM  , sebar di Facebook , Mailing List dan groups yang ada sangkat pautnya, maka didapatkan 4 pemuda andalan bangsa dan negara dan rasanya nggak jauh-jauh ya dari yang namanya NusantaraView. -_-“

M Nur Taufix , Kiki Ahmadi , Taurisa Wijaya dan Perusuh Huru Hara!

Susahnya kalau nggak ada cewek adalah nggak ada yang ngatur keuangan tapi ada satu orang yang merelakan dirinya untuk menjadi bendahara liburan kali ini yaitu Taurisa sedangkan saya dan Taufix menjadi driver, *oh shit* dan Kiki Ahmadi hanya menjadi penikmat perjalanan *sampah deh*. Kami ber4 sepakat untuk menyewa mobil yang sudah dikordinir oleh Taurisa. Oh ya eniwei saya harus ke Jakarta dulu waktu itu, ya sudah gapapa itung-itung sekalian jalan-jalan ke Jakarta walaupun cuma sesaat and here we go the story. Oh eniwei kalau ada pada yang belum tahu dimana Ujung Genteng itu berada, ini ada petanya nih

Posisi Ujung Genteng

Continue reading